– Suasana haru dan khidmat menyelimuti kawasan Pajimatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu .Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati area Makam Raja-Raja Mataram Imogiri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat.Jenazah Pakubuwono XIII tiba di kompleks makam sekitar pukul 12.35 WIB dengan pengawalan ketat. Rombongan kerajaan datang menggunakan bus dari Surakarta, membawa jenazah dengan penuh penghormatan.Setibanya di lokasi, dilakukan serah terima jenazah dari pihak Keraton Surakarta yang diwakili Senopati Lampah kepada Bupati Pajimatan Imogiri.Baca juga: Sejarah Imogiri, Makam Raja-Raja Mataram Islam, Peristirahatan Terakhir Pakubuwono XIIIMeski hujan gerimis mengguyur kawasan Imogiri, prosesi pemakaman tetap berlangsung dengan khidmat.Ratusan abdi dalem dan masyarakat berdoa dalam diam, menyaksikan perjalanan terakhir sang raja menuju peristirahatan di Makam Raja-Raja Mataram.Sebelum dimakamkan, jenazah Pakubuwono XIII disalatkan di Masjid Kagungan Ndalem Pajimatan Imogiri, sebuah masjid bersejarah yang sejak masa Kesultanan Mataram Islam menjadi bagian penting dari prosesi keagamaan dan kenegaraan.Masjid ini terletak di Dusun Payaman, Kelurahan Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul, dan berdiri berdampingan dengan kompleks makam raja-raja Mataram.Masjid Kagungan Ndalem Pajimatan Imogiri didirikan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613–1645 M), tak lama setelah pembangunan kompleks makam kerajaan.Masjid ini menjadi tempat ibadah para abdi dalem serta pusat kegiatan keagamaan di lingkungan Pajimatan.Secara arsitektural, bangunan masjid menampilkan gaya arsitektur tradisional Jawa dengan atap tajug bertingkat dan empat sokoguru utama. Puncak atapnya dihiasi mustoko berbentuk bunga kenanga dari tembaga, simbol keharuman dan kemuliaan.Baca juga: Jenazah PB XIII Tiba di Imogiri, Disambut Ribuan Warga dan Langsung DishalatkanDinding bata yang diplester rapi, lantai tegel, dan serambi berdenah persegi panjang menegaskan kesederhanaan yang anggun khas masjid-masjid kuno Jawa.Nama “Kagungan Ndalem” berarti “milik raja”, menandakan status masjid ini sebagai bagian langsung dari Keraton Mataram, yang hingga kini tetap menjadi tempat utama dalam setiap prosesi pemakaman raja-raja Keraton Surakarta.Juru kunci Pajimatan Imogiri, KPH Djoyo Adilogo, menjelaskan bahwa prosesi pemakaman dilakukan mengikuti tradisi lama yang diwariskan sejak masa Mataram.“Ini prosesi sebenarnya cuma kita nunggu jenazah yang sekarang dalam perjalanan nggih,” ujar Djoyo kepada wartawan di lokasi pemakaman.
(prf/ega)
Sejarah Masjid Pajimatan Imogiri, Saksi Pemakaman Raja Pakubuwono XIII, Berusia Ratusan Tahun
2026-01-12 06:55:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 07:07
| 2026-01-12 06:18










































