Jelang Arus Balik, Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Ngebut di Jalan Lengang

2026-01-12 12:02:23
Jelang Arus Balik, Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Ngebut di Jalan Lengang
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengingatkan para pemudik untuk tetap berhati-hati saat perjalanan di momen libur Natal dan Tahun Baru. Katanya, jangan sampai pengemudi melampaui batas kecepatan saat jalanan lengang."Imbauan kepada pengguna jalan, khususnya yang mungkin arah ke Jakarta, termasuk juga keluar Jakarta, tentunya harus hati-hati. Karena semakin tidak terlalu banyak kendaraan, itu over speed biasanya," kata Irjen Agus kepada wartawan di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).Dia meminta semua pengendara tetap memprioritaskan keselamatan selama berkendara. Selain itu pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak."Utamakan keselamatan, utamakan manajemen perjalanan, yakinkan kendaraan itu prima, kendaraan yang berkeselamatan, kondisi sopirnya juga harus prima," jelas dia.Lalu dia juga meminta pengendara untuk memperhatikan stamina dan jarak tempuh. Menurutnya jeda istirahat akan membantu saat kelelahan di perjalanan."Manajemen jaraknya juga harus dipertimbangkan. Jadi berapa kilometer yang harus kita tempuh pada sekian jam atau 2-3 jam harus istirahat," jelasnya.Simak juga Video 'Cek Pelabuhan Gilimanuk, Kakorlantas Pastikan Perayaan Tahun Baru Lancar':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-12 10:45