Hemat Anggaran Rp 4 Miliar, Wali Kota Kupang Tak Beli Mobil Baru dalam Satu Periode

2026-01-12 06:50:14
Hemat Anggaran Rp 4 Miliar, Wali Kota Kupang Tak Beli Mobil Baru dalam Satu Periode
KUPANG, - Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Christian Widodo, mengatakan, pihaknya sedang menjalankan efisiensi anggaran besar-besaran.Menurutnya, efisiensi dilakukan setelah Pemerintah Kota Kupang menerima instruksi pemangkasan belanja dari Kementerian Keuangan hingga 50 persen.Salah satu langkah penghematan terbesar adalah keputusan untuk tidak membeli mobil dinas baru, meski hal itu lazim dilakukan dalam satu periode kepemimpinan.Baca juga: Perjuangan Mahasiswi di Kupang, Biayai Kuliah dari Menenun di Kamar Kos“Biasanya satu periode itu pasti beli mobil baru. Tapi kami putuskan tidak beli. Satu mobil menghemat Rp 800 juta. Dengan tidak membeli lima mobil, kami hemat Rp 4 miliar,” kata Christian saat menyerahkan bantuan sosial senilai Rp 100 juta untuk pembangunan Gereja Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, Minggu .Ia menambahkan, hasil penghematan tersebut dialihkan untuk bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat, rumah ibadah, instansi sosial, dan kegiatan kemasyarakatan lain.Baca juga: 50 Tahun Terjerat Banjir, Warga Dukuh Kupang Surabaya Akhirnya Bisa Bernapas LegaChristian juga menyinggung capaian Kota Kupang yang baru saja meraih penghargaan sebagai salah satu dari empat kota di Indonesia yang dinilai cinta damai dan inklusif dari Kompas TV, serta kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.“Ini bukan kerja kami sendiri. Ini buah kerja sama umat gereja, masjid, pura, dan semua elemen masyarakat. Toleransi inilah yang membuat Kupang menjadi rumah yang damai bagi semua,” ujarnya.Menurutnya, membangun kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun lingkungan yang bersih, udara yang sehat, ruang ibadah yang nyaman, serta hubungan sosial yang saling menghargai.Christian menegaskan komitmennya membangun Kupang melalui kolaborasi dan gotong royong lintas agama dan elemen masyarakat.“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kota Kupang memilih berjalan bersama,” ujarnya.Ia juga berpesan kepada kaum muda gereja untuk terus menjadi saksi Kristus dan membawa semangat persaudaraan.


(prf/ega)