Di Depan Kepala Daerah Papua, Prabowo: Tidak Boleh Ada Bagian dari Negara Kita yang Tertinggal

2026-02-05 11:49:22
Di Depan Kepala Daerah Papua, Prabowo: Tidak Boleh Ada Bagian dari Negara Kita yang Tertinggal
JAKARTA, - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, tidak boleh ada daerah di Indonesia yang tertinggal.Prabowo menegaskan hal ini di depan para kepala daerah Papua saat memimpin rapat terkait percepatan pembangunan otonomi khusus (otsus) Papua yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa ."Tidak boleh ada bagian dari negara kita yang tertinggal," tegas Prabowo dalam pengarahannya.Prabowo menegaskan, setiap daerah di Indonesia harus diperlakukan sama."Setiap daerah, setiap provinsi, setiap kabupaten, setiap kota harus kita bangun dan kita berikan segala yang diperlukan untuk transformasi bangsa kita," ujar Prabowo.Baca juga: Prabowo Janji Traktir Bubur Ayam Saat Jenguk Siswa yang Ditabrak Mobil MBGKepala negara juga mengajak seluruh elemen bangsa agar terus bekerja keras di tengah berbagai cobaan yang melanda Tanah Air.Apalagi, wilayah Sumatera kini sedang dilanda bencana banjir dan longsor besar.Prabowo mengajak semua pihak untuk mendoakan daerah di Indonesia yang sedang mengalami musibah."Kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta di tempat-tempat lain yang beberapa saat juga mengalami musibah," ucap Prabowo."Kita berdoa mereka diberi kekuatan dan kita semua diberi petunjuk sehingga kita semua bahu-membahu secara gotong royong bisa bersatu untuk segera mempercepat pemulihan keadaan di daerah-daerah tersebut," imbuh dia.Baca juga: Prabowo dan Gibran Salami Kepala Daerah Se-Papua Saat Buka Rapat di IstanaDi tengah cobaan yang ada, Prabowo menekankan agar pembangunan dan transformasi bangsa tidak boleh berhenti.Ia berharap, Indonesia bisa menjadi negara modern, maju, dan makmur."Tapi yang terutama adalah juga proses pembangunan, proses transformasi bangsa tidak boleh terhenti, tidak boleh terpengaruh di tengah cobaan, di tengah rintangan, di tengah hambatan," lanjut dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 11:10