Ulah Bejat Kakek Pandeglang Perkosa Anak Tetangga hingga Berbadan Dua

2026-01-15 02:40:56
Ulah Bejat Kakek Pandeglang Perkosa Anak Tetangga hingga Berbadan Dua
Kakek berinisial R (69) di Pandeglang, Banten, tega melakukan pemerkosaan terhadap anak tetangga hingga berbadan dua. R telah ditangkap polisi.Dirangkum detikcom, Jumat (21/11/2025), R ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang. R memperkosa gadis di bawah umur yang merupakan tetangganya."Pelaku inisial R, melakukan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Widianto.Pelaku melakukan aksi bejatnya itu di rumah korban di Kecamatan Sobang, saat kondisi sedang sepi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengancam korban agar mau menuruti keinginannya."Dibarengi dengan ancaman, jadi si pelaku mengancam korban jangan kasih tau siapa-siapa, 'kalau kasih tau, kamu akan saya pukul'," ungkapnya. Akibat tindakan pelaku, korban dinyatakan hamil 3 bulan. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka."Korban hamil 3 bulan," katanya.Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf menambahkan polisi masih terus mendalami kasus ini. Sebab, menurutnya, korban diduga juga mengalami pencabulan oleh ayah kandung sendiri ketika sedang berada di Provinsi Jambi."Baru satu pelaku, nanti kita gali lagi" katanya.Alfian menyatakan pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 dan/atau Pasal 76E Jo Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.Lihat juga Video: Bejat! Kakek 75 Tahun di Gresik Perkosa Gadis Difabel Anak Tetangga[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-15 02:33