Antrean BBM 2 Kilometer di Kaur Bengkulu, Warga: Setiap Hari, Jadi Terbiasa

2026-01-12 05:03:58
Antrean BBM 2 Kilometer di Kaur Bengkulu, Warga: Setiap Hari, Jadi Terbiasa
BENGKULU, - Dalam sepekan terakhir, antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu terjadi hampir di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Antrean bahkan hampir mencapai 2 kilometer.Kericuhan bahkan sempat terjadi, dengan warga saling serobot antrean di beberapa lokasi.Pada Minggu , kapal pengangkut BBM sebanyak 3.000 kiloliter merapat di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, yang membantu antrean di dalam Kota Bengkulu berangsur terurai.Namun, pemandangan antrean panjang di sejumlah kabupaten, khususnya di Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur, tampaknya menjadi hal yang biasa."Saya sudah antre BBM dari jam 06.00 WIB. Ternyata antrean sudah panjang hampir dua kilometer," ungkap Baim, seorang warga Kabupaten Kaur.Baca juga: Berebut Antrean BBM, Sopir Angdes di Banyuasin Tewas DitembakAntrean terlihat jelas di SPBU Aur Ringit, Kecamatan Tanjung Kemuning, di mana ratusan mobil dan motor telah berjejer sejak subuh."Saya sudah satu jam lebih mengantre. Antrean BBM di SPBU setiap hari terjadi di Kaur, lama-lama kami terbiasa dan pasrah," keluh Baim, yang berharap Pertamina tidak hanya memastikan pasokan BBM di Kota Bengkulu, tetapi juga memperhatikan ketersediaan BBM di seluruh kabupaten.Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengingatkan Pertamina untuk memperbaiki cara komunikasi dengan masyarakat terkait antrean BBM agar stabilitas keamanan daerah terjaga.Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas untuk mengatasi kelangkaan BBM di seluruh SPBU di daerah tersebut."Tolong empati ke masyarakat, masalah bisa kita minimalisasi kalau komunikasi bagus. Kami belum pernah lihat, minimal satu menit buat video permohonan maaf dari Pertamina ke masyarakat," kata Helmi Hasan dalam rapat yang digelar Sabtu malam.Baca juga: Lagi, Antrean BBM Mengular di Bengkulu, Petugas SPBU Bingung: Padahal Stok Cukup Menurutnya, Pertamina seharusnya dapat dengan mudah membuat video singkat yang menjelaskan penyebab kelangkaan BBM di Bengkulu."Kalau Pertamina memohon maaf dan memberikan penjelasan, kami akan bantu sebarkan," tambahnya.Helmi juga menegaskan, jika kondisi sulitnya mendapatkan BBM terus berlanjut, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penerapan Work from Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembatasan pembelian BBM."Kami Pemprov bisa siapkan langkah antisipatif termasuk WFH untuk ASN, pembatasan pembelian BBM untuk motor dan mobil," jelasnya.Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan bahwa penyaluran BBM di wilayah Bengkulu berjalan optimal dan terkendali.


(prf/ega)