Pemerintah Beri Kemudahan Urus Dokumen Hilang Akibat Bencana, Menteri Imipas: Ada Dispensasi

2026-01-14 01:43:11
Pemerintah Beri Kemudahan Urus Dokumen Hilang Akibat Bencana, Menteri Imipas: Ada Dispensasi
SOLO, - Pemerintah memastikan layanan publik tetap berjalan optimal bagi masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera.Salah satu fokus utamanya adalah kemudahan penerbitan kembali dokumen keimigrasian yang hilang atau rusak akibat banjir, longsor, dan bencana lainnya.Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada warga terdampak."Kalau perlu kita ganti, kita ganti. Nanti kita akan lihat apakah dokumen keimigrasian yang rusak karena terbawa air dan sebagainya masih bisa kita berikan dispensasi," ujar Agus saat meresmikan Immigration Lounge di Solo Square Mall, Jawa Tengah, Senin .Baca juga: 3 Status Bencana Nasional di Indonesia: Tsunami Aceh hingga Pandemi Covid-19Menurut Agus, banyak warga kehilangan dokumen penting, termasuk paspor, sehingga diperlukan proses pemulihan administrasi yang cepat dan tepat.Pemerintah akan menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi di lapangan."Jika dokumen rusak akibat bencana, kami akan mempertimbangkan pemberian dispensasi atau penggantian dokumen," tambahnya.Ia menegaskan bahwa pelayanan utama Imipas tetap menjadi prioritas, namun kebijakan khusus dapat diterapkan di daerah terdampak agar masyarakat tidak terbebani secara administratif.Baca juga: Basarnas Sebut 33.620 Orang Terdampak Bencana di Sumatera, Ini Rinciannya di 3 Provinsi"Pemerintah pusat sudah turun menangani masalah kebencanaan. Kami memastikan warga tetap dapat dilayani tanpa menimbulkan kesalahan administratif. Insyaallah akan ada dispensasi sesuai ketentuan," kata Agus.Kebijakan dispensasi ini diharapkan memudahkan masyarakat memulihkan dokumen mereka sehingga urusan perjalanan maupun administrasi kependudukan dapat kembali berjalan lancar.Pemerintah juga mengimbau warga terdampak segera melaporkan kerusakan atau kehilangan dokumen agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 00:40