Banten Siapkan Infrastruktur Transportasi Jelang Nataru, Akses Makin Mudah

2026-01-15 00:08:52
Banten Siapkan Infrastruktur Transportasi Jelang Nataru, Akses Makin Mudah
"Alhamdulillah sekarang kondisi infrastruktur Provinsi Banten yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi itu kondisinya 98% dalam kondisi mantap infrastrukturnya," ujar Andra pada detikSore, Jumat (21/11/2025).Ia menambahkan, akses menuju destinasi wisata kini jauh lebih mudah dibanding sebelumnya. Andra mengatakan jalur alternatif ke berbagai kawasan wisata kini tersedia luas."Jadi kalau dulu orang, untuk masuk ke Anyer itu hanya satu jalur melalui Cilegon. Sekarang kita juga bisa melalui Kabupaten Serang, jadi ada jalur alternatif," jelasnya.Moda transportasi lain juga terus diperkuat untuk mendukung mobilitas wisatawan saat Nataru."Dan bisa pakai kereta juga walaupun double track-nya baru sampai Rangkasbitung," tuturnya.Ia mengajak masyarakat yang memiliki waktu liburan terbatas agar mempertimbangkan Banten karena aksesnya semakin efisien. Andra menilai kemacetan menjadi alasan kuat masyarakat memilih lokasi liburan yang lebih dekat.Selain itu, ia juga menyoroti pembangunan tol dan rencana penyelesaian jalur strategis yang akan membuka akses baru."Nah kemudian ada nanti Serang Panimbang. Nah Serang Panimbang itu untuk menjangkau wilayah Rangkas, Malimping," kata Andra.Andra mengatakan, nantinya akan diresmikan Pulau Lima yang juga merupakan pusat kerajaan Kesultanan Banten. Ia memastikan akses menuju Pulau Lima semakin cepat dan mudah."Dari Karangantu cuma beberapa menit," ucapnya.Selain jalur darat dan laut, Pemprov Banten juga membuka peluang investasi untuk moda transportasi udara jarak pendek."Makanya kita nanti juga akan ada pengembangan. Salah satunya adalah Transportasi menggunakan pesawat-pesawat kecil," kata Andra.Ia menjelaskan konsep pendaratan pesawat kecil akan langsung menyasar kawasan wisata."Karena untuk nyampe ke Tanjung Lesung, cukup beberapa menit mereka bisa mendarat di laut," tuturnya.Menurut Andra, kesiapan infrastruktur yang semakin matang akan menjadi modal kuat menghadapi lonjakan wisatawan Nataru. Pemerintah memastikan semua moda transportasi dapat berjalan lebih optimal. (akn/ega)banten infrastruktur transportasi nataru Berita selengkapnya tentang Kunjungi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-14 23:58