Senat Brasil Setujui RUU Pangkas Hukuman Bolsonaro, Presiden Lula Bakal Veto

2026-01-15 08:28:10
Senat Brasil Setujui RUU Pangkas Hukuman Bolsonaro, Presiden Lula Bakal Veto
Senat Brasil menyetujui rancangan undang-undang (RUU) untuk memangkas masa hukuman penjara 27 tahun bagi mantan Presiden Jair Bolsonaro. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva langsung mengajukan veto atau pembatalan RUU tersebut.Dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Kamis (18/12/2025), RUU ini telah disetujui oleh majelis minggu lalu dan sudah diserahkan kepada Lula. RUU tersebut dapat mengurangi masa hukuman penjara mantan presiden tersebut menjadi lebih dari dua tahun.Teks tersebut juga menetapkan pengurangan hukuman bagi orang yang dihukum karena peran mereka dalam kerusuhan pada Januari 2023. Senator mengungkap RUU yang diajukan oleh anggota parlemen sayap kanan oposisi ini tersebut merupakan jalan menuju perdamaian."Ini adalah bagian dari jalan kita menuju perdamaian, dan kita semua harus merayakannya," kata Senator Esperidiao Amin.Bolsonaro sendiri mulai menjalani hukuman karena merencanakan kudeta terhadap Lula setelah kalah dalam pemilu 2022. Versi awal dari RUU ini akan mengampuni mereka yang terlibat dalam 'demonstrasi politik' setelah pemilihan Lula. Tetapi, RUU itu mengesampingkan pemberian amnesti penuh kepada mereka.Sekitar 2.000 orang ditangkap atas serangan di Brasil. Banyak dari mereka yang berada di Brasil telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung atas percobaan kudeta, di antara kejahatan lainnya.RUU ini mengubah perhitungan hukuman untuk menghindari hukuman kumulatif untuk beberapa kejahatan. RUU ini juga memberikan pengurangan hukuman bagi terdakwa yang mengambil bagian dalam tindakan dalam konteks kerusuhan, tetapi tidak sebagai pemimpin atau dalam posisi yang mendanai.Senator Flavio Bolsonaro, yang juga putra sulung mantan presiden Jair Bolsonaro menyambut baik pengesahan RUU tersebut."Ini bukan yang kami inginkan, tetapi inilah yang mungkin terjadi dalam situasi saat ini di Kongres," katanya.Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva langsung merespons RUU tersebut. Dia menegaskan akan memveto RUU yang dapat memangkas masa hukuman Jair Bolsonaro, yang dipenjara karena upaya kudeta yang gagal."Ketika sampai di meja saya, saya akan memveto. Itu bukan rahasia lagi," kata Lula."Saya memiliki hak untuk memveto, dan kemudian mereka memiliki hak untuk membatalkan veto saya atau tidak. Itulah permainannya," imbuhnya.Lihat juga Video 'Detik-detik Replika Patung Liberty Roboh Dihantam Angin kencang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-15 07:48