Perbaikan Infrastruktur Rusak di Sumatera Tembus Rp 51 Triliun

2026-01-11 23:01:32
Perbaikan Infrastruktur Rusak di Sumatera Tembus Rp 51 Triliun
JAKARTA, - Pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran untuk membangun infrastruktur rusak di Pulau Sumatera pasca bencana banjir dan longsor sebesar Rp 51 triliun, terbesar bagi Provinsi Aceh.Ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di kantornya, Jakarta, Kamis .Baca juga: Pasca Banjir dan Longsor, Sejumlah Ruas Jalan di Aceh Mulai Pulih"Biaya yang dibutuhkan dihitung secara umum, kurang lebih membutuhkan, dan ini masih terus di-update, karena bisa saja akan ada pertambahan atau pengembangan, itu sekitar Rp 51 triliun untuk Kementerian PU, untuk penanganan, baik rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi," jelasnya.AHY merinci, alokasi dana perbaikan infrastruktur yang rusak di Aceh membutuhkan biaya terbanyak yakni Rp 24 triliun. Sedangkan Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) masing-masing sekitar Rp 13 triliun.Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu juga menceritakan pengalamannya yang baru saja pulang dari Aceh dan Sumut terkait infrastruktur rusak yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.Dari empat elemen utama Kementerian PU yaitu Bina Marga artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan konektivitas, jalan, jembatan, baik jalan nasional maupun jalan daerah, provinsi maupun kabupaten-kota, baanyak yang hancur, terputus, dan rusak berat akibat longsor maupun banjir bandang."Dan tadi sudah dihitung segala sesuatunya, termasuk langkah-langkah penanganan yang sudah dilakukan, termasuk pengerahan alat-alat berat, ekskavator, beko, loader, dozer, semua, untuk segera bisa membersihkan jalur-jalur logistik yang terputus agar bantuan untuk masyarakat tidak terhambat," tambah dia.Kedua, dari sisi Sumber Daya Air (SDA), banyak bendungan, irigasi, tanggul yang rusak, dan juga air baku pun terdmpak.Ketiga dari sisi Cipta Karya, sumber air bersih juga sangat dinantikan. Bahkan, dia mendengarkan keluhan di lapangan.Baca juga: Mafia Tanah Bermetamorfosa, AHY: Jangan Kalah Cepat dan Bergerak Karena,  masyarakat sangat berharap dukungan air bersih, sanitasi, termasuk juga toilet portable, mobile toilet yang juga tentunya sangat membantu, termasuk ibu dan anak-anak. Bahkan, dirinya pun mendengar banyak yang terjangkit penyakit kulit, muntaber, maupun ISPA karena debu.Lalu yang terakhir terkait keursakan prasarana strategis seperti madrasah, masjid, maupun sekolah banyak yang rusak dan hancur."Ini semua sekali lagi membutuhkan penanganan cepat, namun tentu tidak bisa tanpa perencanaan," tandasnya.


(prf/ega)