AI Gemini 3 Flash Meluncur, Setara "Pro" Harga Lebih Murah

2026-02-02 04:50:07
AI Gemini 3 Flash Meluncur, Setara
Rangkuman berita: – Google resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Gemini 3 Flash, yang diklaim memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat dan efisiensi biaya, sementara varian “Pro” ditujukan untuk tugas yang membutuhkan penalaran kompleks seperti matematika dan pemrograman tingkat lanjut.Nah, Gemini 3 Flash ini merupakan pelengkap model AI tercanggih Gemini 3, yaitu Gemini 3 Pro yang sudah diperkenalkan beberapa pekan lalu.Berdasarkan data internal Google, Gemini 3 Flash secara konsisten melampaui performa Gemini 2.5 Flash dan mengungguli Gemini 2.5 Pro di sejumlah tolok ukur (benchmark) penting.Baca juga: Xiaomi Siapkan “Mi Chat”, Chatbot AI Penantang ChatGPT dan Google Gemini Dalam sejumlah pengujian penting, Gemini 3 Flash mencatat skor yang setara, bahkan lebih tinggi, dari Gemini 3 Pro, khususnya pada tugas multimodal, pemrograman agentic, dan alur kerja multi-tahap.Beberapa hasil benchmark Gemini 3 Flash antara lain:Seperti disebutkan di atas, Gemini 3 Flash memiliki biaya pemakaian yang lebih terjangkau dari Gemini versi "Pro", baik itu versi Gemini 2.5 maupun Gemini 3. Untuk pengembang, model AI berlabel "Flash" ini dipatok dengan harga 0,50 dollar AS (sekitar Rp 8.300) per 1 juta token input dan 3 dollar AS (sekitar Rp 50.000) per 1 juta token output.Gemini 2.5 Pro dan Gemini 3 Pro masing-masing memiliki biaya pemakaian 1,25 dollar AS (sekitar Rp 20.800) dan 2 dollar AS (sekitar Rp 33.000) per 1 juta token input, serta 10 dollar AS (sekitar Rp 166.000) dan 12 dollar AS (sekitar Rp 200.000) per 1 juta token output.Baca juga: ChatGPT Kini Bikin Gambar 4x Lebih Cepat, Siap Saingi Nano Banana Pro GoogleDengan skema ini, biaya pemrosesan Gemini 3 Flash berada jauh di bawah model Pro, baik untuk input maupun output token.Token sendiri merupakan satuan kata yang bisa diproses oleh suatu model AI. Semakin banyak token, maka semakin banyak pula kata atau teks yang diproses oleh model AI.Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5Google, Google menyebut Gemini 3 Flash mulai digulirkan sebagai model bawaan (default) di aplikasi Gemini, menggantikan Gemini 2.5 Flash.Model ini diposisikan sebagai peningkatan besar untuk penggunaan sehari-hari, dengan fokus pada kecepatan dan kecerdasan respons.Selain di aplikasi Gemini, Gemini 3 Flash juga menjadi model default secara global di mesin pencari AI mereka alias Google AI Mode.Model AI ini dibuat sebagai "otak" AI Mode lantaran diklaim mampu memahami berbagai pertanyaan pengguna berdasarkan konteks, menyajikan jawaban yang komprehensif, serta menarik informasi lokal dan tautan relevan dari web secara real time.Di aplikasi Gemini, Gemini 3 Flash hadir dalam dua opsi, yaitu "Fast" untuk jawaban cepat dan "Thinking" untuk pertanyaan yang membutuhkan penalaran lebih mendalam.Sementara itu, Gemini 3 Pro tetap tersedia dengan label Pro untuk tugas matematika dan pemrograman tingkat lanjut.Khusus pengembang (developer), Gemini 3 Flash sudah tersedia dalam versi pratinjau melalui AI Studio, Google Antigravity, Gemini CLI, dan Android Studio.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-02 04:15