Masjid Baitul Makmur Tetap Berdiri Usai Banjir Bandang Aceh Tamiang, 270 Rumah Warga Sekumur Lenyap

2026-01-14 02:42:57
Masjid Baitul Makmur Tetap Berdiri Usai Banjir Bandang Aceh Tamiang, 270 Rumah Warga Sekumur Lenyap
- Masjid Baitul Makmur di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir bandang Aceh Tamiang yang terjadi pada 26 November 2025.Saat ratusan rumah warga hancur dan hanyut diterjang arus air setinggi lebih dari 10 meter disertai ribuan kayu balok, masjid tersebut justru tetap berdiri kokoh.Bencana banjir bandang Kampung Sekumur itu melenyapkan sebagian besar permukiman warga di desa pedalaman yang kini terisolasi. Dari total 283 unit rumah warga, sebanyak 270 rumah rusak total dan lenyap, sementara hanya 13 rumah yang masih tersisa.Sementara itu, Masjid Baitul Makmur tetap berdiri utuh di tengah hamparan kayu balok gelondongan dan cabang-cabang kayu yang diduga berasal dari aktivitas illegal logging di hulu sungai.Baca juga: Teh Hangat di Gubuk Puing, Keramahan Warga Sekumur Aceh yang Tak Ikut Hanyut Terbawa BanjirKayu-kayu tersebut kini menumpuk di area seluas sekitar 2 hingga 3 hektare di daratan Kampung Sekumur.Sebagian kayu balok bahkan masih mengelilingi Masjid Baitul Makmur serta bantaran Sungai Tamiang. Sejumlah kayu telah dipasangi police line oleh aparat Polres Aceh Tamiang untuk kepentingan penyelidikan.Pascabanjir, Kampung Sekumur menjadi pusat perhatian karena hampir seluruh wilayah kampung itu nyaris hilang disapu banjir bandang Aceh Tamiang. Seluruh akses darat menuju kampung tersebut putus total akibat longsor, timbunan tanah, pohon tumbang, hingga robohnya tiang listrik.Untuk menuju Kampung Sekumur, warga maupun relawan kini hanya bisa melalui jalur sungai menggunakan perahu motor. Padahal sebelumnya, perjalanan darat menuju pusat Kecamatan Sekerak dapat ditempuh sekitar 40 hingga 60 menit.Masjid Baitul Makmur yang tetap berdiri di tengah kehancuran kini menjadi ikon Kampung Sekumur, sekaligus simbol keteguhan masyarakat setempat menghadapi bencana.Baca juga: Jembatan Putus, Warga Sekumur Aceh Tamiang Tandu Pasien Pakai Sarung Lewati Lumpur Pasca-Banjir/Tria Sutrisna Situasi pemukiman warga di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, Selasa , usai dilanda banjir akhir November 2025 kemarin.Komunitas pecinta mobil offroad dari Tim Xtrim Langsa menjadi rombongan pertama yang berhasil mencapai Kampung Sekumur melalui jalur darat pascabanjir. Mereka harus menempuh perjalanan ekstrem selama sekitar 10 jam dengan menerabas jalan longsor dan pohon tumbang.Rute yang dilalui masuk melalui Kampung Bandung Jaya, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Rombongan tersebut terdiri atas tiga unit mobil jeep 4x4.Wartawan Serambi Indonesia yang ikut dalam rombongan, tiba di Kampung Sekumur pada Minggu tengah malam. Ia menyaksikan langsung kondisi kampung yang kini didominasi bekas pondasi rumah warga.Tim Xtrim Langsa yang terdiri atas Wahyu Lubis, Anto Bengkel, Murtala, dan kru lainnya datang membawa bantuan kemanusiaan berupa 500 bungkus nasi, beras, makanan ringan, susu anak dan dewasa, air mineral, air bersih isi ulang, serta terpal.Baca juga: Desa Sekumur Aceh yang Terisolasi: Di Antara Lumpur, Sampan, dan Bantuan Warga yang BertahanDatok Kampung Sekumur, Sofian Iskandar, mengungkapkan bahwa seluruh rumah warga hancur dan hanyut saat banjir bandang menerjang. Namun, Masjid Baitul Makmur tetap selamat.“Dengan kuasa dan kebesaran Allah SWT, semua rumah warga di sini hancur dan hanyut atau hilang, hanya tersisa 13 rumah, namun Masjid Baitul Makmur tetap berdiri kokoh,” kata Sofian kepada Serambinews.com.


(prf/ega)