Mobil Tabrak Tenda untuk Acara Maulid di Jakbar, 2 Orang Terluka

2026-02-04 11:25:21
Mobil Tabrak Tenda untuk Acara Maulid di Jakbar, 2 Orang Terluka
Satu unit mobil menabrak tenda untuk acara Maulid Nabi Muhammad SAW di depan Masjid Baitushobri, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa itu menyebabkan dua orang terluka.Dilansir Antara, Minggu , saksi di lokasi bernama Zaenal (40) menyebutkan kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan seorang laki-laki dan terdapat penumpang wanita itu melintas dari arah Kedoya menuju Kembangan."Terus tahu-tahu langsung menabrak saja, menabrak tenda kena sound system," kata Zaenal.Ada dua orang mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dia menduga korban luka merupakan petugas sound system."Yang luka kayaknya orang sound system," kata dia.Belum ada informasi detail soal penyebab kecelakaan itu. Zaenal menduga pengemudi dalam pengaruh alkohol."Kayaknya sih mabuk, kelihatan, soalnya mukanya acak-acakan banget," ujarnya.Salah satu panitia acara, Adi, mengaku tidak melihat langsung saat ada mobil menabrak tenda acara Maulid Nabi Muhammad SAW itu. Ketika dia tiba di lokasi, tenda sudah berantakan dan ada kendaraan rusak di tengah tenda."Tapi tadi sih kejadiannya pas lagi persiapan. Jadi belum ada jemaah," kata Adi.Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid tersebut berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB. Insiden itu terjadi saat persiapan sebelum ada jemaah yang datang.Pengemudi mobil bersama ketua RT kemudian diperiksa oleh petugas kepolisian. Secara terpisah, Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas Polres Mentro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menyampaikan dua orang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut mengalami luka memar di tangan dan kaki."Keduanya mendapat perawatan di RSUD Kembangan," katanya.Lihat juga Video 'Adu Banteng Motor Vs Motor di Tanah Abang, 1 Orang Tewas':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 11:00