Harga Pakan Ternak Naik, Pemerintah Siapkan HET Jagung Rp 7.000

2026-01-11 23:17:53
Harga Pakan Ternak Naik, Pemerintah Siapkan HET Jagung Rp 7.000
JAKARTA, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan langkah pemerintah menahan kenaikan harga pakan ternak yang kembali membebani peternak. Kenaikan ini terutama dipicu mahalnya jagung pipil kering sebagai bahan baku utama.Harga jagung pipil kering sebelumnya melonjak dari rata-rata Rp 4.500 per kilogram pada Januari 2025 menjadi Rp 6.400 per kilogram pada Oktober 2025. Amran menyebut HPP jagung pipil kering berkadar air 18-20 persen ditetapkan Rp 5.500 per kilogram, sehingga ikut mendorong biaya produksi pakan.“Ini sebenarnya karena mengikuti harga jagungnya kan, pakannya, harga jagung itu kemarin Rp 5.500 (per kg) dengan kadaret 18-20 itu kan pakannya,” ujar Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat .Baca juga: Anggaran Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Capai Rp 20 Triliun, Mentan: Bisa dari APBN atau DanantaraKementan menyiapkan penerapan HET jagung di tingkat petani yang disepakati sekitar Rp 7.000 per kilogram. Ketentuan ini akan segera diformalkan pemerintah.“Nah nanti kita pakai HET harga eceran tertinggi, sehingga tidak lagi melambung,” paparnya.Amran memprediksi kenaikan harga pakan bersifat sementara. Kenaikan diperkirakan bertahan sekitar satu bulan hingga akhir Februari 2026. Memasuki Maret, produksi jagung meningkat dan harga stabil kembali.“Tapi harga pakan ini naik tinggal satu bulan lagi, masuk akhir Februari, Maret (2026) itu produksi meningkat lagi,” kata dia.Sebagai langkah cepat, pemerintah mengeluarkan stok pakan dari program SPHP lewat Perum Bulog agar suplai di pasar mencukupi. Sejak Oktober 2025 Bulog menyalurkan 52,4 ribu ton jagung untuk 2.109 peternak di 16 provinsi. Komoditas ini berasal dari Cadangan Jagung Pemerintah.Dalam program SPHP, harga jagung ditetapkan Rp 5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog dan maksimal Rp 5.500 per kilogram di tingkat peternak. Selisih harga ditanggung Bapanas dengan anggaran Rp 78,6 miliar dan asumsi subsidi Rp 1.500 per kilogram.“Nah solusinya sementara adalah pakan yang ada SPHP ada di Bulog, itu kita keluarin,” ujar Amran.Baca juga: Purbaya Sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Bongkar Kontainer Pakan dan Vitamin Ternak Asal ChinaHPP jagung Bulog sendiri mengacu pada Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025. Pemerintah juga menetapkan Harga Acuan Pembelian di tingkat produsen dan konsumen melalui Peraturan Bapanas Nomor 6 Tahun 2024.HAP jagung pipilan kering di produsen berkisar Rp 4.200 sampai Rp 5.000 per kilogram dengan kadar air 15-30 persen. HAP di tingkat konsumen, yaitu peternak unggas, ditetapkan Rp 5.800 per kilogram dengan kadar air 15 persen.


(prf/ega)