MEDAN, - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya mengatakan, kerugian akibat banjir dan longsor yang menerjang 19 kabupaten/kota sejak Senin mencapai Rp 18,37 triliun.Surya merinci, kerusakan infrastruktur meliputi 25 ruas jalan provinsi dengan 117 titik longsor, serta 6 unit jembatan yang rusak total."Kerusakan masif juga menyentuh sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga perumahan rakyat dengan total estimasi kerugian mencapai Rp18,37 triliun," ujar Surya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu .Baca juga: Bobby Nasution: Pemerintah Pusat Bangun 1.006 Rumah untuk Korban Banjir di SumutSurya menyampaikan hal itu saat rapat bersama Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan.Dia juga mengatakan, penyaluran logistik terus dilakukan kepada 20.000-an masyarakat yang mengungsi karena bencana ini.Data terkini, kata dia, sebanyak 270,32 ton bantuan logistik telah disalurkan dari Posko Utama, ditambah 303,7 ton yang dikelola melalui Hanggar Lanud Soewondo.Menanggapi kondisi tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenkoinfra, Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus pada pemulihan sektor pembangunan permukiman warga yang rusak."Kami mendapatkan arahan langsung dari Kemenko untuk berfokus pada pembangunan kembali sektor perumahan dan permukiman yang terdampak. Salah satu prioritas utama adalah menyiapkan hunian tetap bagi para pengungsi," ujar Ronny.Baca juga: Update Korban Banjir-Longsor di Sumut: 370 Orang Meninggal, 72 Hilang dan 17.759 MengungsiPihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk langkah eksekusi.Namun, Ronny menekankan pentingnya aspek keamanan lokasi di masa depan."Kami meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk segera memetakan wilayah dan mengusulkan lahan. Lahan tersebut harus melalui kajian risiko bencana yang ketat agar pembangunan pemukiman baru nantinya tidak berada di zona bahaya dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan," ujar dia. Sebelumnya, banjir dan longsor menerjang 19 kabupaten/kota di Sumut pada Senin .Akibat insiden ini, berdasarkan data BPBD Sabtu pukul 08.00, total korban meninggal 370 orang, lalu 72 orang hilang, 933 orang terluka, dan 17.759 mengungsi.Baca juga: Bobby Nasution Izinkan Korban Banjir Sumut Ambil Kayu Gelondongan untuk Perbaiki RumahKabupaten Tapanuli Tengah merupakan wilayah terparah terdampak bencana, tercatat sebanyak 133 orang meninggal, 38 orang hilang, dan 27 orang luka-luka.Lalu, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), korban meninggal berjumlah 88 orang, 30 orang hilang, dan 835 terluka.Kemudian di Kota Sibolga, 54 orang dilaporkan meninggal, 1 orang hilang, dan 68 orang terluka.Selanjutnya, Kabupaten Tapanuli Utara, 36 meninggal, 2 hilang, dan 3 luka.
(prf/ega)
Kerugian Banjir-Longsor Sumut Capai Rp 18,47 T, Pembangunan Permukiman Warga Diutamakan
2026-01-12 22:01:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:16
| 2026-01-12 21:01
| 2026-01-12 20:34
| 2026-01-12 20:06
| 2026-01-12 19:40










































