Pengalaman Naik KRL Solo-Yogya Saat Libur Natal, Siapkan Kekuatan Kaki

2026-01-12 18:22:56
Pengalaman Naik KRL Solo-Yogya Saat Libur Natal, Siapkan Kekuatan Kaki
– Yogyakarta jadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Kota Solo untuk mengisi liburan.Terlebih, perjalanan ke Yogyakarta bisa ditempuh dengan mudah dari Kota Surakarta naik KRL Solo-Yogya.Ditambah, jarak Stasiun Tugu Yogyakarta yang dilalui KRL ini jaraknya dekat dengan ikon wisata Yogya, yakni Malioboro.Baca juga: 11 Kuliner Pasar Ngasem Yogyakarta, Makanan Berat hingga Jajanan Manis!Oleh karena itu saat musim liburan, KRL Solo-Yogya kemungkinan besar akan penuh dengan wisatawan.Hal itu Kompas.com buktikan saat menjajal naik KRL Solo-Yogya pada libur Natal, Kamis .Saya memulai perjalanan naik KRL dari Stasiun Purwosari, Kota Surakarta pada Kamis itu pukul 09.13 WIB.Saat kereta sampai Stasiun Purwosari, kondisinya memang cukup ramai. Saya tidak mendapat tempat duduk./ANGGARA WIKAN PRASETYA Penumpang Menunggu KRL di Stasiun Purwosari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis .Namun, kondisi kereta masih cukup lengang. Penumpang yang berdiri tidak berdesak-desakan.Hal itu juga diakui penumpang lain bernama Ari yang saya ajak mengobrol sewaktu di dalam kereta.Baca juga: Ada Proyek Rehabilitasi, Kedai Kopi Jalanan di Jembatan Kewek Yogyakarta Ditertibkan“Ini cukup lengang. Dulu saya pernah naik pas hari Minggu (libur akhir pekan biasa), dan rame banget dari Purwosari, sudah kayak pepes di dalam kereta,” ujar dia kepada Kompas.com di dalam KRL Solo-Yogya, Kamis.Ia menduga, cukup lengangnya KRL kali ini disebabkan karena umat Kristen sedang beribadah Natal di gereja.Saat mengira KRL akan cukup lengang sampai tujuan, prediksi saya akhirnya salah. Ternyata saat kereta berhenti di stasiun-stasiun pemberhentian, kereta makin penuh.Banyak orang yang naik dari stasiun-stasiun menuju Yogyakarta, seperti Delanggu dan Klaten. Bahkan, ada penumpang yang naik dari Stasiun Brambanan yang lokasinya tidak jauh lagi dari Yogyakarta.Baca juga: Pantai di DIY Jadi Favorit Saat Nataru, Wisatawan Waspada Rip Current!Alhasil KRL Solo-Yogyakarta yang saya tumpangi saat itu menjadi penuh sesak. Penumpang mulai berkurang saat kereta tiba di Stasiun Maguwo.KRL akhirnya sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 10.30 WIB atau setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-12 16:36