Brasil Cemas AS-Venezuela Perang, Lula Mulai Ancang-ancang

2026-01-12 05:16:48
Brasil Cemas AS-Venezuela Perang, Lula Mulai Ancang-ancang
BRASILIA, - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan keprihatinan mendalam atas peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di sekitar Venezuela, yang dinilainya dapat memicu konflik terbuka di kawasan.Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi antara Washington dan Caracas, setelah AS mengerahkan kapal induk dan sejumlah kapal perang ke wilayah Laut Karibia.Selain pengerahan militer, Amerika juga melakukan serangkaian serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika asal Venezuela.Baca juga: Organisasi Amerika Latin Peringatkan AS–Venezuela Bisa Pecah PerangPresiden Venezuela Nicolas Maduro dituduh menjadi bagian dari kartel narkoba yang ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing.Namun, Maduro berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan, narasi itu hanya upaya untuk menjatuhkannya dari kekuasaan dan menguasai sumber daya alam negaranya.Situasi di lapangan semakin menegang setelah militer Venezuela dinyatakan siaga penuh menyusul manuver militer "Negeri Paman Sam".EVARISTO SA/AFP Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ngeri dengan jumlah korban tewas dalam penggerebekan besar-besaran polisi terhadap geng narkoba di Rio de Janeiro pada Selasa .Dalam konferensi pers di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan pada Minggu , Lula mengungkapkan kegelisahannya secara terbuka terkait situasi yang berkembang, dan mulai ancang-ancang untuk berbicara dengan Presiden AS Donald Trump.“Saya sangat prihatin dengan penempatan militer yang dilakukan Amerika Serikat di Laut Karibia,” ujar Lula seperti dikutip Globo News.“Ini sangat mengkhawatirkan saya, dan saya berniat membahas ini dengan Presiden (Donald) Trump karena hal ini membuat saya cemas. Penting bagi kita untuk mencari solusi sebelum konflik lebih parah dimulai,” tambahnya.Brasil, yang selama ini mengambil posisi sebagai penengah diplomatik di kawasan Amerika Latin, menilai peningkatan aktivitas militer hanya akan memperkeruh stabilitas kawasan.Baca juga: 6 Penerbangan ke Venezuela Batal Usai Peringatan AS, Ada Perang?Sementara itu, Kementerian Pertahanan Venezuela mengecam keras kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Karibia.Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez menilai langkah AS sebagai bentuk intervensi yang membahayakan kedaulatan negaranya.“Kami sangat menolak manuver, latihan, dan pengerahan di wilayah kepentingan langsung kami,” tegas Padrino Lopez dalam pernyataan resmi pada Sabtu .“Cukup dengan ancaman, kebohongan, fitnah, dan pemaksaan kekuatan, semuanya demi mempertahankan hegemoni regional,” ujarnya.Ia menilai kehadiran militer AS bukan hanya mengancam Venezuela, tetapi juga menciptakan ketegangan yang bisa meluas ke negara-negara lain di Amerika Selatan.Baca juga: Dokter Venezuela Dipenjara 30 Tahun Usai Kritik Presiden di WhatsApp


(prf/ega)