Puan Terima Ketua MPR Tiongkok, Bahas Penguatan Kerja Sama hingga Bencana Banjir dan Longsor yang Landa Indonesia

2026-01-12 05:04:28
Puan Terima Ketua MPR Tiongkok, Bahas Penguatan Kerja Sama hingga Bencana Banjir dan Longsor yang Landa Indonesia
Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), H.E. Wang Huning di Gedung DPR RI, Rabu . Saat bertemu Ketua MPR Tiongkok itu, Puan membahas sejumlah kerja sama di isu dan sektor strategis serta menyinggung bencana alam yang tengah melanda Indonesia dan kawasan Asia.Puan menyambut langsung Wang Huning beserta delegasi yang tiba di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pukul 16.23 WIB, usai sebelumnya Wang Huning melakukan pertemuan dengan Ketua MPR RI. Setelah memperkenalkan anggota DPR yang turut menyambut, Puan lalu mendampingi Wang Huning menandatangani piagam kehadiran.Selanjutnya, Puan dan Wang Huning melaksanakan bilateral meeting yang berlangsung dengan hangat selama 30 menit.Advertisement"Yang Mulia H.E. Wang Huning, selamat datang di DPR RI. Saya sangat gembira bisa bertemu kembali dengan Yang Mulia, sejak pertemuan kita di Beijing pada bulan Mei tahun lalu. Saya berterima kasih Yang Mulia dapat membalas kunjungan kami tersebut," kata Puan di awal bilateral meeting."Kunjungan Yang Mulia adalah cermin komitmen Tiongkok untuk terus mengembangkan kerja sama strategis dengan Indonesia. Yakinlah Yang Mulia, bahwa kami di DPR RI juga memiliki komitmen yang sama," sambungnya.Pada pertemuan itu, Puan menyinggung isu strategis nasional dan global yang memerlukan kerjasama antara negara, seperti bencana banjir dan longsor yang tengah melanda Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Serta penanganan konflik geopolitik yang belum usai di sejumlah kawasan Timur Tengah."Yang Mulia, krisis iklim dan konflik geopolitik terus menjadi perhatian kita. Bagi Indonesia, krisis iklim sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Banjir dan longsor saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia,” ucap Puan.“Semua negara perlu lebih serius mengimplementasikan komitmen bersama, sesuai kapasitas masing-masing, agar dampak krisis iklim tidak makin meluas," lanjut cucu Bung Karno itu.


(prf/ega)