Dorong Energi Bersih, Konsorsium Inovasi PLTU Dibentuk di Bandung

2026-01-12 07:32:37
Dorong Energi Bersih, Konsorsium Inovasi PLTU Dibentuk di Bandung
JAKARTA, – Sebuah konsorsium internasional dibentuk untuk mengembangkan inovasi pembangkit listrik tenaga panas (thermal power plant) yang lebih ramah lingkungan. Konsorsium ini memfokuskan riset pada teknologi konversi Fluidised Bed (FBC) untuk memperkuat kapasitas riset dan industri energi di Indonesia.Kesepakatan ini difinalisasi melalui Memorandum of Agreement (MoA) pada Jumat di sela-sela acara "91th IEA-FBC Meeting". Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan dari ketiga pihak, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan Tsinghua University dan PT Datong Jaya Indonesia, dengan kehadiran rektor dan guru besar ITB sebagai saksi.“Melalui forum ini, Indonesia dapat memperoleh akses lebih luas terhadap teknologi baru yang dikembangkan para ilmuwan internasional,” ujar Bayu Aji Prakoso, Direktur Teknologi salah satu pihak konsorsium melalui keterangan pers, dikutip Rabu .Ia menekankan pentingnya transfer pengetahuan teknologi thermal generation, khususnya FBC, agar Indonesia mampu menghadapi kebutuhan energi masa depan.Baca juga: Revisi Aturan PLTU Dinilai Berisiko Tekan Daya Saing EkonomiProf. Ari Darmawan Pasek menyoroti tantangan PLTU batu bara di Indonesia.“Belakangan ini PLTU batu bara menjadi sorotan karena persoalan pencemaran lingkungan dan emisi CO2. Perlu inovasi agar PLTU tetap menghasilkan listrik murah sekaligus lebih ramah lingkungan,” ujarnya.Sistem FBC disebut dapat dimodifikasi untuk menekan emisi polutan.Pemanfaatan biomassa melalui sistem cofiring di PLTU Indonesia terus meningkat.Baca juga: Industri Biomassa Gorontalo Tumbuh, Ribuan Warga Nikmati Dampak EkonomiPlt. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mencatat hingga Oktober 2025, tujuh PLTU telah menerapkan cofiring batubara dan biomassa, meningkat dari enam pembangkit pada 2020.Volume biomassa yang digunakan mencapai 1,8 juta ton, menghasilkan listrik 1,78 juta megawatt hour (MWh), sementara produksi listrik dari batubara pada unit yang sama mencapai 193 juta TWh. Rasio pemanfaatan biomassa terhadap batubara tercatat 3,36 persen.IEA-FBC merupakan program kolaborasi teknologi internasional yang beranggotakan 19 negara, mendorong riset energi bersih berbasis FBC.Teknologi ini menawarkan emisi NOX dan SO2 rendah, efisiensi tinggi, dan fleksibilitas bahan bakar, yang dapat diterapkan dalam pembangkit listrik, pengolahan limbah, dan proses industri.Baca juga: Hutan Tanaman Industri untuk Biomassa Diklaim Dukung Energi Terbarukan


(prf/ega)