Komisi III DPR Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangani Ledakan SMAN 72 Jakarta

2026-02-02 05:04:58
Komisi III DPR Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangani Ledakan SMAN 72 Jakarta
Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mengapresiasi Polri yang bergerak cepat mengungkap kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Rano mengatakan langkah sigap Polri penting agar masyarakat tidak digandrungi berbagai informasi simpang siur."Ya pertama, tentu saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Polri yang bergerak cepat cermat menangani insiden ledakan di SMAN 72 di Jakarta ini. Langkah cepat dalam mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti, dan mengidentifikasi terduga pelaku menunjukkan bahwa sistem respons kita berjalan dengan baik. Itu penting agar publik tetap tenang dan informasi yang beredar tidak simpang siur," kata Rano kepada wartawan, Kamis .Politikus PKB ini menyerahkan proses hukum kepolisian terhadap terduga pelaku yang merupakan seorang siswa. Rano meminta aparat mengusut tuntas motif terduga pelaku untuk langkah pencegahan yang lebih komprehensif di masa mendatang."Terkait penetapan seorang siswa sebagai terduga pelaku, tentu kita serahkan sepenuhnya pada proses penyidikan. Namun yang jauh lebih penting adalah mengusut tuntas motif, latar belakang, dan dari mana pengetahuan maupun bahan peledak itu diperoleh. Jadi kita lihat juga itu 'mengapa' dan 'bagaimana'-nya. Hasil penyelidikan itu nanti bisa menjadi dasar untuk langkah pencegahan yang lebih komprehensif," ujarnya.Selain itu, Rano menyoroti siswa terduga pelaku merakit sendiri bom yang digunakan. Dia mendorong mitigasi dan edukasi diperkuat."Kami di Komisi III juga mengingatkan bahwa di era sekarang, akses informasi teknis termasuk soal perakitan bahan berbahaya bisa ditemukan dengan relatif mudah. Itu sebabnya mitigasi dan edukasi menjadi penting, terutama di lingkungan sekolah," kata Rano."Anak-anak harus punya ruang aman, dan semua pihak baik guru, orang tua, aparat, dan pemerintah perlu memperkuat deteksi dini agar kejadian serupa tidak terulang," lanjutnya.Diketahui, Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ledakan SMAN 72 Jakarta di Mapolda Metro Jaya, Selasa . Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan kondisi di SMAN 72 Jakarta sudah aman terkendali."Perlu kami tegaskan, bahwa situasi saat ini telah sepenuhnya terkendali," kata Irjen Asep dalam konferensi pers.Dia mengatakan anggotanya akan akan berupaya maksimal menjalankan seluruh proses penegakan hukum secara profesional dan sesuai aturan yang ada. Kapolda juga meminta seluruh pihak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan.Simak juga Video 'Tangis Siswa SMAN 72 Jakarta di Depan Pramono Saat Bahas Ledakan':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-02 03:40