Badak Jawa Musofa Mati karena Penyakit Kronis Usai Keberhasilan Translokasi dengan Amfibi TNI AL

2026-02-05 01:54:38
Badak Jawa Musofa Mati karena Penyakit Kronis Usai Keberhasilan Translokasi dengan Amfibi TNI AL
- Seekor Badak Jawa jantan bernama Musofa, yang sebelumnya dipindahkan dari habitat alaminya ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), akhirnya tidak dapat diselamatkan.Musofa diketahui mengalami penyakit kronis bawaan yang sudah berlangsung lama dan tidak mampu ditangani meski mendapat perawatan intensif.Sesampainya di JRSCA, Musofa sempat menunjukkan respons adaptasi positif. Tim medis terus melakukan observasi ketat selama masa habituasi di kandang rawat.Baca juga: TNUK Tegaskan, JRSCA Bukan Habitat Buatan bagi Badak JawaNamun pada 7 November 2025, kondisi klinisnya mendadak memburuk. Prosedur penanganan darurat segera dilakukan, tetapi nyawa Musofa tidak dapat diselamatkan.Hasil nekropsi yang dilakukan tim patologi IPB University menunjukkan adanya gangguan kronis pada lambung, usus, dan otak, serta infeksi parasit dalam jumlah signifikan.Ditemukan pula luka lama akibat perkelahian di alam, meski bukan sebagai penyebab utama kematiannya.Temuan ini menegaskan adanya tantangan kesehatan serius yang kemungkinan telah dialami Musofa jauh sebelum translokasi.Baca juga: Ancaman Kepunahan Badak Jawa dan Sumatera, Ini Langkah Penyelamatan TerakhirKepala Balai TNUK, Ardi Andono, menjelaskan bahwa translokasi Musofa merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat populasi Badak Jawa di alam.Operasi ini melibatkan pakar konservasi dalam dan luar negeri, tim medis satwa liar, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta berbagai mitra konservasi.Translokasi menjadi kebutuhan mendesak karena keragaman genetik Badak Jawa semakin menurun.Penelitian IPB University menunjukkan bahwa populasi Badak Jawa hanya memiliki dua haplotype, dengan tingkat inbreeding mencapai 58,5 persen untuk haplotype 1 dan 6,5 persen untuk haplotype 2.Baca juga: Cegah Kepunahan, Kemenhut Translokasi Dua Badak Jawa TN Ujung KulonKondisi ini membuat spesies semakin rentan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan jangka panjang.Ardi mengatakan seluruh prosedur translokasi telah mengikuti standar konservasi internasional."Seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar konservasi internasional, dengan simulasi, penilaian etik, serta kesiapan logistik dan pengamanan. Musofa dipindahkan tanpa luka atau cedera, namun penyakit kronis yang lama diderita menjadi tantangan medis yang tidak dapat diatasi," ujarnya melalui keterangan resminya.Baca juga: Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi JalanDok. TNUK Translokasi Badak Jawa dengan Kendaraan Amfibi TNI ALTranslokasi Musofa dikenal sebagai bagian dari Operasi Merah Putih, sebuah operasi konservasi berskala besar yang melibatkan Kementerian Kehutanan, TNI, dan Yayasan Badak Indonesia (YABI).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-05 02:02