PIDIE JAYA, – Warga Dusun Meunasah Krueng Baroh, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, tidak ingin terus larut dalam kesedihan.Satu-satunya cara mereka harus bergerak secara mandiri, membersihkan lumpur agar bisa kembali pulang. Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh hampir memasuki waktu satu bulan penuh.Korban terdampak masih bertahan di pengungsian dan juga balai-balai desa. Sebab, lumpur dan kayu-kayu bekas banjir telah bersarang di rumah dan perkampungan mereka. Baca juga: Internet Darurat Dompet Dhuafa Selamatkan Masa Depan Guru Honorer Korban Banjir AcehKhususnya masyarakat Desa Manyang Cut, kini perlahan mulai bangkit. Mereka tidak bisa terus berdiam diri berharap bantuan datang.Warga hanya ingin cepat kembali pulang demi menata hidup baru lebih baik.“Di lapangan masyarakat ada yang sudah bergerak sendiri untuk melakukan pembersihan lumpur secara mandiri,” kata salah seorang warga Desa Manyang Cut, Nasruddin (38) pada Kompas.com, Selasa . Baca juga: Dari Aceh Tamiang, Mendagri Bertolak ke Aceh Timur Serahkan 26.234 Potong PakaianTidak hanya itu, menurut Nasruddin, untuk menghidupkan kembali kondisi perekonomian sebagian masyarakat atau pedagang sudah mulai bergerak. Kecuali petani yang kehilangan sawah, lahan perkebunan, dan tambak akibat banjir. “Saat ini bagi masyarakat yang tempat tinggal tidak bisa dipakai lagi (tertimbun lumpur), mereka banyak tidur di tenda yang dibagikan BPBD, ada juga di Meunasah (Mushala), dan di depan rumah,” ujarnya. Nasruddin menyebutkan, kendati belum semuanya pulih tetapi sebagian warga mulai mencoba merangkak bangkit secara perlahan walau lumpur di rumah mereka belum sepenuhnya bisa dibersihkan. Baca juga: Kunjungi Aceh Tamiang, Mendagri Tito Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana“Karena kalau kita ratapin terus enggak mungkin, untuk pembersihan rumah itu harus satu tahun kalau dengan tangan, karena hampir 2 meter lumpur di luar (rumah ) dan di dalam sepinggang,” katanya. Nasruddin sendiri sampai saat ini belum mampu membersihkan rumahnya di Desa Manyang Cut.Sementara waktu dia tinggal di rumah keluarga di Desa Rhieng Blang. Kawasan ini juga terdampak namun tidak terlalu parah.Baca juga: Tokoh Agama Aceh: Korban Banjir Masih Butuh Bantuan Tenaga RelawanKendati demikian, rumah yang ada di Desa Rhieng Blang juga terpaksa direhab oleh Nasruddin dengan mengeluarkan biaya sendiri. Seperti membuat dapur, sumur bor, dan juga beberapa keperluan lainnya. “Karena kalau menunggu dari pemerintah enggak tahu kapan direalisasikan,” keluhnya.
(prf/ega)
Satu Bulan Banjir Aceh, Warga Pidie Jaya Aceh Mulai Bangkit Bersihkan Rumah yang Tertimbun Lumpur
2026-01-12 06:22:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:09










































