JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir di Pulau Sumatera mencapai lebih dari Rp 50 triliun."Saya baru saja kemarin berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU). Kalkulasi awalnya membutuhkan anggaran Rp 50 sekian triliun, kalkulasi awal ya," kata AHY, Selasa .AHY menegaskan bahwa angka tersebut baru kalkulasi awal dan belum definitf karena kerusakan infrastruktur akibat bencana juga masih diperbarui.Baca juga: Kementerian PU Siapkan Peta Jalan Infrastruktur 2027, Apa Saja?"Ini tentu tidak bisa saya katakan definitif karena masih terus berkembang, data terus diupdate, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terus mengupdate juga, semua mengupdate," lanjut AHY.Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga kembali ke Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh."Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatera Utara kemudian ke Aceh khususnya Aceh Tamiang yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana. Saya ingin lihat secara langsung sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan ini bisa berjalan dengan taktis dan efektif," katanya.Baca juga: Butuh Rp 3.091 Triliun Investasi Swasta untuk Bangun InfrastrukturAHY juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur selanjutnya diharapkan bisa lebih resiliensi terhadap bencana."Kita juga akan membangun lebih baik lagi harus lebih tahan lagi terhadap bencana tapi membutuhkan waktu yang lebih panjang dan ini butuh kerja sama," ucapnya.Sebanyak 12 ruas jalan nasional dilaporkan masih terputus imbas banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Pulau Sumatera beberapa waktu lalu.Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin ."Kementerian PU dengan stakeholders terkait sedang melakukan penanganan tanggap darurat konektivitas jalan nasional dengan total progres pelaksanaan di Aceh 48,34 persen, Sumatera Utara 76,44 persen, dan Sumatera Barat 31,47 persen," kata Diana.Baca juga: Pasar Perkantoran Jakarta Tahan Banting, Infrastruktur Jadi Daya TarikUntuk jalan di 3 provinsi ini sedang mulai dilakukan penanganan tanggap darurat secara bersama, ini progresnya mohon izin kami belum bisa melaporkan secara detail," kata Diana.Berikut daftar 12 ruas jalan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih terputus imbas banjir Sumatera:Provinsi AcehProvinsi Sumatera UtaraProvinsi Sumatera BaratDiana juga menjelaskan, berdasarkan data Kementerian PU hingga 6 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, total sebanyak 72 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 kilometer dan 31 jembatan nasional yang mengalami kerusakan imbas banjir Sumatera.Sementara untuk jalan dan jembatan daerah, dilaporkan sebanyak 108 ruas jalan daerah yang rusak dan 48 jembatan daerah yang rusak."Kementerian PU telah menurunkan sumber daya kebencanaan dari Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya, terdiri dari 310 personel, 298 unit alat berat, 121 unit alat pendukung, dan 3.727 unit bahan banjiran," ujar Diana.
(prf/ega)
Perbaiki Infrastruktur Rusak akibat Banjir Sumatera Butuh Rp 50 Triliun
2026-01-12 10:05:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:55
| 2026-01-12 10:39
| 2026-01-12 10:16
| 2026-01-12 10:03
| 2026-01-12 08:33










































