Roda Vivatex (RDTX) Tebar Dividen Interim Rp 200 per Saham

2026-01-15 01:57:50
Roda Vivatex (RDTX) Tebar Dividen Interim Rp 200 per Saham
JAKARTA, – PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) akan membagikan dividen interim untuk periode tahun buku 2025. Keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui Direksi dan Dewan Komisaris pada 23 Desember 2025.Dikutip dari keterbukaan informasi, Senin , manajemen Roda Vivatex menyampaikan total nilai dividen interim yang akan dibagikan sebesar Rp 53,76 miliar. Dividen tersebut setara dengan Rp 200 per saham.Dividen interim tersebut tercatat lebih besar dibandingkan dividen akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 151 per saham.Baca juga: Daftar 8 Emiten yang Bagi Dividen Januari 2026, dari BBRI hingga ADROPembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 September 2025. Roda Vivatex membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 265,79 miliar.Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp 3,07 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp 3,24 triliun.Perseroan menegaskan bahwa dividen interim ini tidak berasal dari efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham.Baca juga: BBRI hingga ADRO Bagikan Dividen Interim Jelang 2026, Simak Rekomendasi AnalisBerikut jadwal pembagian dividen interim PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) yang telah ditetapkan:Baca juga: Konsisten Ciptakan Nilai bagi Negara dan Pemegang Saham, BRI Bagikan Dividen Interim Tahun Buku 2025Di pasar saham, harga saham RDTX hingga perdagangan siang hari Senin terpantau bergerak stabil di level Rp 12.650 per saham.Dengan dividen interim sebesar Rp 200 per saham, dividend yield perseroan berada di kisaran 1,6 persen, dengan dividend payout ratio (DPR) sekitar 20 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-15 01:50