KLH Koordinasi dengan Gubernur Banten dan Jabar untuk Bantu Darurat Sampah di Tangsel

2026-01-17 00:03:50
KLH Koordinasi dengan Gubernur Banten dan Jabar untuk Bantu Darurat Sampah di Tangsel
TANGERANG SELATAN, - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan koordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk membantu penanganan darurat sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, koordinasi ini diperlukan karena kemampuan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang hanya sekitar 400 ton per hari, sedangkan timbulan sampah di Tangsel mencapai sekitar 1.100 ton per hari.“Sehingga ada selisih hampir 600 ton per hari lebih, ini yang kemudian harus ditangani kedaruratannya,” kata Hanif saat ditemui wartawan di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Senin .Baca juga: Menteri LH Instruksikan Pemkot Tangsel Kembali Tangani Sampah di TPA CipeucangHanif menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dan kunjungan ke sejumlah lokasi di Jawa Barat, termasuk ke TPA Galuga dan Lulut Nambo."Saya akan menyurati kembali, minta tolong untuk kedaruratan ini sampai penanganan yang substansinya sementara akan dilakukan di Serang," ucapnya.Menurut Hanif, koordinasi juga dilakukan dengan Gubernur Banten untuk mendukung kerja sama antarkabupaten dalam penanganan sampah."Karena berdasarkan mandat Undang-Undang 18 Tahun 2008, maka kerja sama antarkabupaten di bawah binaan Gubernur," katanya.Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel akan menjalin kerja sama dengan Pemkot Serang untuk menangani sampah selama masa darurat."Dan itu mudah-mudahan awal Januari sudah bisa kita lakukan," ujar Benyamin.Baca juga: 38 Bangunan Liar dan PKL di Jalan Akses UI Depok DibongkarJika kerja sama ini terealisasi, sampah dari Tangsel akan dibawa sementara ke TPA Cilowong, sedangkan TPA Cipeucang akan dilakukan penataan kembali.Benyamin juga menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) kerja sama telah ditandatangani bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan saat ini sedang dibahas lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis.“MoU sudah ditandatangani oleh berdua, oleh kami dengan Pak Wali Kota Serang. Kemudian juga sekarang sedang dalam tahap pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS)-nya,” kata Benyamin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 00:15