Tugu Insurance (TUGU) Catat Laba Rp 594 Miliar di Kuartal III 2025, Ini Penopangnya

2026-02-04 12:39:35
Tugu Insurance (TUGU) Catat Laba Rp 594 Miliar di Kuartal III 2025, Ini Penopangnya
JAKARTA, — Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) melaporkan laba bersih sebesar Rp 594,82 miliar hingga akhir kuartal III 2025.Capaian laba bersih TUGU ini setara dengan sekitar 85 persen dari total laba bersih tahun buku 2024 yang mencapai Rp 700 miliar.Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian unaudited kuartal III 2025, pendapatan jasa asuransi tercatat Rp 5,97 triliun, dengan hasil jasa asuransi Rp 682,63 miliar.Baca juga: Pertamina Bakal Lepas Bisnis Asuransi Tugu, Pengamat: Berpengaruh ke Harga Saham SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.Angka ini turun 31,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1 triliun.Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penerapan penuh pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 tentang Kontrak Asuransi, yang mengubah metode pengakuan pendapatan dan beban di industri asuransi.Meski demikian, hasil investasi Tugu Insurance justru tumbuh signifikan Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, hasil investasi perusahaan meningkat 21 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 509,05 miliar.Nilai aset investasi juga naik menjadi Rp 12,23 triliun, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp 11,22 triliun.Baca juga: Bakal Spin Off Tahun Ini, Tugu Insurance Bidik Pertumbuhan KinerjaAnalis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai peningkatan hasil investasi menjadi penopang utama kinerja TUGU di tengah penyesuaian terhadap kebijakan akuntansi baru tersebut.“Penerapan PSAK 117 memang membuat tampilan laba secara nominal berubah, tetapi secara fundamental posisi keuangan TUGU tetap kuat. Kinerja investasi yang solid dan portofolio aset yang likuid menjadi pembeda utama,” ujar Azis dalam keterangannya, Rabu .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 12:32