HONG KONG, - Kebakaran hebat di Wang Fuk Court, kompleks apartemen di distrik Tai Po, Hong Kong, yang menelan puluhan korban jiwa, adalah sebuah tragedi.Kebakaran yang melanda tujuh dari delapan tower setinggi 31 lantai, ini mengungkap kerentanan struktural pada kompleks hunian vertikal yang padat dan berusia tua.Baca juga: Tragedi Wang Fuk Court Hong Kong dan Jerat Hunian Vertikal AsiaPertanyaan krusialnya, mengapa sebuah kompleks yang dirancang pada era modern gagal total melawan api?Wang Fuk Court bukanlah bangunan baru. Kompleks ini dikembangkan pada tahun 1983, di masa ketika standar dan material keselamatan kebakaran belum seketat saat ini.Seperti diwartakan BBC, meskipun dirawat, sistem pencegahan kebakaran pasif, seperti kompartemen api dan jalur evakuasi, pada bangunan tua seringkali tidak memadai untuk menahan api yang menyebar cepat (rapid fire spread).Kompleks ini juga merupakan representasi dari kepadatan tinggi hunian-hunian publik Asia, menampung sekitar 4.600, penduduk di 1.984 unit apartemen.Baca juga: Apartemen Milik BUMN Karya Ini Terserap 75 PersenKepadatan ini secara langsung meningkatkan risiko beban api tinggi (fire load). Semakin banyak perabotan, barang pribadi, dan modifikasi interior di unit-unit kecil, semakin tinggi beban api yang harus ditahan struktur.Kepadatan, ditambah dengan adanya populasi rentan hampir 40 persen penghuni berusia 65 tahun, membuat evakuasi massal menjadi sangat lambat dan berbahaya.Kegagalan fatal pada Wang Fuk Court disinyalir tidak hanya datang dari interior, tetapi dari fasad bangunan itu sendiri.Pihak berwenang Hong Kong mencurigai bahwa jaring (mesh) dan lembaran plastik yang menutupi bangunan akibat pekerjaan renovasi besar-besaran yang sedang berlangsung, justru memfasilitasi penyebaran api secara vertikal (vertical spread) dengan kecepatan ekstrem.Material plastik dan jaring ini menciptakan celah atau ruang udara yang bertindak seperti efek cerobong asap (chimney effect), menarik api dan panas ke atas dengan cepat dari satu lantai ke lantai berikutnya di sepanjang fasad luar.Baca juga: Ancaman Apartemen Hantu di Sekitar Stasiun Tanah AbangLembaran plastik dan mesh itu sendiri dapat bertindak sebagai bahan bakar eksternal yang mudah terbakar, mengubah bagian luar gedung menjadi media penjalaran api.Tragedi ini mengulang pelajaran mahal dari Grenfell Tower di London, di mana highly flammable cladding (pelapis) luar menjadi prinsip alasan penyebaran api yang cepat.Wang Fuk Court menunjukkan bahwa material yang digunakan dalam renovasi, meskipun bersifat sementara, dapat menjadi titik lemah yang mematikan bagi keselamatan gedung bertingkat tinggi.Penangkapan tiga eksekutif perusahaan konstruksi atas dugaan kesengajaan (manslaughter) menunjukkan bahwa masalah ini bukan semata-mata kecelakaan, melainkan potensi kegagalan dalam pengawasan dan penerapan standar keselamatan.Pemerintah Hong Kong, melalui Chief Executive John Lee, segera merespons dengan mengumumkan inspeksi pada semua kawasan perumahan yang sedang menjalani perbaikan besar.Baca juga: 5 Pilihan Apartemen Terjangkau Dekat Stasiun Tanah AbangLangkah ini menggarisbawahi bahwa ada potensi kelemahan regulasi dalam pengawasan material sementara seperti mesh dan plastik, yang digunakan dalam proyek renovasi high-rise di kota yang sangat padat.Kegagalan Wang Fuk Court adalah panggilan darurat bagi semua kota urban padat di Asia. Ini membuktikan bahwa investasi dan perawatan bangunan lama harus disertai dengan pembaruan standar keselamatan yang setara dengan teknologi modern.Hal ini terutama dalam pemilihan material, memastikan kompartemen api berfungsi, dan mengawasi ketat segala pekerjaan renovasi pada fasad bangunan.
(prf/ega)
Mengapa Kompleks Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong Terbakar?
2026-01-12 03:48:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 02:17
| 2026-01-12 02:05
| 2026-01-12 01:26










































