Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri

2026-02-04 08:16:19
Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri
Gereja Katedral telah menyelesaikan penyelenggaraan ibadah misa Natal 2025 dengan aman dan lancar. Pihak Gereja Katedral pun menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan penyelenggaraan kegiatan ibadah dari awal hingga selesai."Saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas segala dukungan dari jajaran TNI, Polri, kemudian juga dari ormas, kemudian juga dari Satpol PP," kata Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie kepada wartawan di gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy turut menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Masjid Istiqlal yang telah menyediakan parkir bagi para jemaat serta dibukanya terowongan silaturahmi untuk mempermudah proses jemaat menuju ke gereja."Dan tidak ketinggalan juga dari teman-teman terdekat yaitu Badan Pengelola Masjid Istiqlal untuk menyediakan parkir, kemudian juga terowongan silaturahmi kita bisa buka, kemudian juga di Sekolah Santa Ursula, Kantor Pos, kemudian Bekang TNI AD," ujar Susy."Dan juga semua jajaran yang telah membantu, bagaimana juga TNI, Polri, dengan setia setiap hari mendampingi dengan sterilisasi dan sebagainya, dan pendampingan. Dan juga tak lupa yang terdekat yaitu rekan-rekan Polsek dan juga Koramil yang juga di bawah Polres Jakarta Pusat," lanjutnya.Tak lupa, Susy juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses pelaksanaan masih ada hal yang kurang maksimal. Dia berharap damai Natal membawa sukacita."Dan mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, dan juga yang belum tersebutkan misalnya, mohon maaf dan juga kami mengucapkan terima kasih banyak dan Selamat Natal bagi yang merayakan. Dan juga bagi semua, semoga damai Natal dan sukacita Natal membawa terang dan harapan bagi kita semua," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 07:47