Komdigi Ingatkan Bahaya Berbagai Data Pribadi di Ruang Digital

2026-01-11 22:48:42
Komdigi Ingatkan Bahaya Berbagai Data Pribadi di Ruang Digital
JAKARTA, - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan bahaya memberikan atau menyebarluaskan data pribadi di ruang digital.Aulia Zulfa dari Direktorat Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi menegaskan bahwa ruang digital yang aman memerlukan peran dari para pengguna agar saling mengingatkan.“Mungkin teman-teman enggak sadar pada awalnya ya, data pribadinya kasih-kasih semua nih, foto-foto, kemudian semua data pribadi diberikan. Apakah itu kemudian diolah secara aman?” kata Aulia, dalam sebuah talkshow di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Rabu .Oleh karena itu, dia meminta generasi penerus bangsa untuk berpikir kritis.Baca juga: Ketika Konten Negatif di Media Sosial Berlari Lebih Cepat dari TakedownSebelum mengakses layanan digital, ada baiknya berpikir dua kali.“Apakah pada saat mengakses produk, fitur, atau layanan di ruang digital membahayakan diri sendiri enggak? Gitu,” tegas dia.Aulia menekankan bahwa data pribadi dapat diolah oleh sejumlah pihak di ruang digital yang akan merugikan diri sendiri.“Jadi berhati-hati juga dalam berbagi data-data, terutama data pribadi dalam ruang digital,” ujar Aulia.Aulia mengimbau generasi bangsa untuk segera melaporkan melalui kanal pengaduan platform jika menemukan konten yang tidak pantas saat berselancar di media sosial.Aulia mengatakan, pembentukan ruang digital yang aman dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kebijakan platform dalam memberikan perlindungan bagi generasi muda saat mengakses internet.Ia mempertanyakan apakah generasi muda sudah merasa aman di ruang digital dan apakah penyedia platform telah memberikan perlindungan yang memadai.Baca juga: Komdigi: Kalau Menemukan Konten yang Tidak Baik, Laporkan! Menurut Aulia, ruang digital berisi banyak konten positif seperti inspirasi dan informasi pendidikan.Namun, tidak sedikit pula konten yang merugikan, menyesatkan, menghasut, bahkan berisi informasi bohong.Konten-konten tersebut, kata dia, harus dihapus agar tidak dapat diakses pengguna.“Ini juga perlu peran dari kita semua untuk lebih peduli. Laporkan. Sehingga konten itu bisa ditindaklanjuti, dihilangkan, dan tidak diakses oleh teman-teman yang lain, atau adik-adik yang lain,” ujar dia.


(prf/ega)