Laporan Liputan6.com dari China: Menikmati Gemerlap Kota Guangzhou dari Night Cruise di Sungai Mutiara

2026-01-13 11:49:12
Laporan Liputan6.com dari China: Menikmati Gemerlap Kota Guangzhou dari Night Cruise di Sungai Mutiara
Jakarta - Guangzhou tidak hanya dikenal sebagai kota pelabuhan dengan arsitektur modern, melainkan juga kota tua yang kaya akan sejarah. Untuk menikmati keindahan perpaduan modern dan tradisi, Jurnalis Liputan6.com Delvira Hutabarat berkesempatan menaiki pelayaran malam night cruise di Sungai Mutiara (Zhujiang) pada akhir November 2025.Bersama dengan rekan media dari Yancheng Evening News, kami menikmati kilau cahaya yang berasal dari lampu gedung-gedung pencakar langit yang terpantul di permukaan Sungai Mutiara. Angin malam musim dingin tidak mengurungkan niat kami menuju Dermaga Dashatou.Kami sudah menyiapkan jaket tebal untuk menahan angin dan suhu 13 derajat Celsius.AdvertisementTepat pukul 18.30 waktu setempat, antrean mulai dibuka dan wisatawan mulai memasuki kapal. Nomor kursi sudah tertera pada tiket yang bisa dibeli seharga 100 yuan atau sekitar Rp 200 ribuan, dan dapat dibeli secara online.Kami langsung mencari kursi kami untuk menaruh tas. Pemandangan di dalam kapal cukup mewah—terdapat layar yang menayangkan drama Tiongkok hingga agenda pemerintah. Kudapan gratis juga disediakan.Namun, kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas hanya dengan duduk di dalam kapal. Begitu kapal mulai berlayar, kami keluar dan naik ke dek lantai dua. Perasaan takjub seketika datang; gedung-gedung pencakar langit memantulkan cahaya berwarna-warni.Terpampang skyline futuristik dari Zhujiang New Town berdiri sebagai tirai cahaya raksasa, sementara Guangzhou Opera House tampak seperti patung batu sungai yang bercahaya lembut di malam hari. Kapal juga melintasi Jembatan Liede dan Jembatan Haizhu yang dihiasi lampu LED warna-warni, menciptakan efek terowongan cahaya di permukaan air.Salah satu puncak dari perjalanan tentu ketika kapal mendekati Canton Tower, menara setinggi 600 meter yang berpendar dengan warna-warna dinamis.Masih tampak pula dekorasi Asian Games beserta maskotnya yang sangat lucu. Nampak wisatawan beragam: turis lokal, Asia Tenggara, Timur Tengah, Korea, Eropa, hingga warga Tiongkok bercampur menikmati panorama malam sambil memotret setiap sudut kota.Kapal juga melewati kawasan bersejarah yaitu bagian dari “kota tua” Pulau Shamian, yang terkenal dengan bangunan bernuansa vintage. Ada pula Jembatan Haizhu, jembatan lengkung baja klasik yang sangat ikonik melintasi Sungai Mutiara.Rasanya setiap sudut yang dilalui ingin diabadikan dalam foto dan video. Jangan lupa siapkan ruang penyimpanan yang cukup di ponsel Anda sebelum berangkat.Night cruise di Sungai Mutiara adalah rangkuman terbaik dari Guangzhou dalam satu jam—perpaduan sejarah, budaya, modernitas, dan panorama malam yang sulit dilupakan.Sebagai informasi, rute pelayaran malam biasanya sekitar 9–10 kilometer dengan durasi sekitar 1 jam. Beberapa sumber membagi perjalanan ini menjadi tiga bagian: segmen Kawasan Bersejarah, segmen Kemegahan Kota (menampilkan skyline modern dan Canton Tower), serta segmen Koridor Budaya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-13 10:44