Jakarta Kepala Desa Kosambi Timur di Kabupaten Tangerang, Hasan Nurdin, memilih tak ambil sebagian honor bulanannya, hanya untuk memberangkatkan umrah guru ngaji dan marbot di desanya secara bergantian.Di mana ini berawal dari pengalamannya, yang teringat akan guru ngajinya di kampung halaman."Awalnya sederhana saja, tahun 2009 kami berangkat ke Tanah Suci. Saat berada di Mekah, kami teringat pada guru ngaji. Rasanya mereka jauh lebih layak untuk menginjakkan kaki di Mekah dan Madinah. Sepulang dari sana, kami arahkan program agar setiap ustaz di Kosambi Timur harus saya berangkatkan umrah," kata Hasan, Sabtu .AdvertisementMelalui dana sekitar Rp 4 juta dan tunjangannya, digunakan untuk program umrah tersebut bisa berjalan."Gaji saya Rp4 juta ditambah tunjangan kepala desa sekitar Rp3 jutaan. Semua itu saya tidak ambil, bahkan ATM-nya dipegang anak saya. Kami sudah sepakat sejak awal," ungkapnya.Langkah ini juga bukan karena alasan politik atau pencitraan, melainkan murni demi keberkahan rezeki."Insyaallah gaji itu halal 100 persen. Kalau kami mengambil uang dari yang lain, kami khawatir uangnya tidak barokah. Jadi lebih baik gaji ini saya salurkan untuk memberangkatkan umrah," tuturnya.
(prf/ega)
Cerita Kades di Tangerang Buat Program Umrah Gratis untuk Guru Ngaji: Dikumpulkan dari Gaji Sendiri Tiap Bulannya
2026-01-12 04:57:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:43










































