Deretan Emiten Jumbo Tebar Dividen Interim Awal 2026: BMRI hingga ADRO

2026-01-12 03:29:52
Deretan Emiten Jumbo Tebar Dividen Interim Awal 2026: BMRI hingga ADRO
JAKARTA, – Sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk tercatat akan menyalurkan dividen tunai dengan nilai jumbo kepada pemegang saham pada Januari 2026.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana membagikan dividen interim dengan nilai indikatif mencapai Rp 9,3 triliun atau sebesar Rp 100 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026.Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Interim Rp 100 per SahamCorporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, keputusan pembagian dividen interim tersebut didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang tetap solid hingga akhir November 2025, seiring terjaganya posisi permodalan dan likuiditas di tengah dinamika ekonomi.“Keputusan pembagian dividen interim tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang tetap solid hingga akhir November 2025, seiring terjaganya posisi permodalan dan likuiditas perseroan di tengah dinamika ekonomi,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Senin .Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only hingga November 2025 tumbuh 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp 1.452 triliun. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang masih berada di kisaran satu digit.Baca juga: BBRI hingga ADRO Bagikan Dividen Interim Jelang 2026, Simak Rekomendasi AnalisPertumbuhan kredit didukung oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp 1.584 triliun. Seiring dengan itu, rasio loan to deposit ratio (LDR) terjaga di kisaran 91 persen.Total aset Bank Mandiri secara bank only hingga November 2025 tercatat mencapai Rp 2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan.Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyepakati pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 20,63 triliun atau setara Rp 137 per saham. Keputusan tersebut diambil berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 15 Desember 2025.Direksi BRI menyampaikan, besaran dividen interim tersebut setara sekitar 50 persen dari laba bersih perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir kuartal III-2025 sebesar Rp 40,77 triliun.Baca juga: Amar Bank Tebar Dividen Interim Rp 27,54 Miliar, Berikut JadwalnyaSecara konsolidasi, laba bersih BRI tercatat sebesar Rp 41,23 triliun pada kuartal III-2025, turun 9,1 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Meski demikian, kinerja intermediasi tetap tumbuh. Penyaluran kredit BRI meningkat 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp 1.438,11 triliun.Dari jumlah tersebut, kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 1.150,73 triliun atau setara 80,02 persen dari total portofolio.Rasio kredit bermasalah (NPL) gross BRI tercatat meningkat dari 2,90 persen pada September 2024 menjadi 3,08 persen pada September 2025, dengan NPL coverage sebesar 183,09 persen.Baca juga: Konsisten Ciptakan Nilai bagi Negara dan Pemegang Saham, BRI Bagikan Dividen Interim Tahun Buku 2025Di luar sektor perbankan, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mengumumkan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar 250 juta dollar AS.Keputusan tersebut ditetapkan Direksi dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris pada 17 Desember 2025.Corporate Secretary Alamtri Resources Indonesia Maharani Cindy Opssedha mengatakan, dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 2 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, laba bersih Alamtri Resources Indonesia yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar 301,58 juta dollar AS.Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai 3,32 miliar dollar AS, dengan total ekuitas sebesar 5,15 miliar dollar AS. Pembayaran dividen interim dijadwalkan paling lambat 10 hari bursa setelah recording date, atau pada 15 Januari 2026.


(prf/ega)