BP Tapera Dorong Pekerja Informal Jadi Target Utama KPR Subsidi FLPP

2026-01-14 02:38:55
BP Tapera Dorong Pekerja Informal Jadi Target Utama KPR Subsidi FLPP
JAKARTA, – Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memasuki fase percepatan yang kritis.Di tengah ambisi pemerintah untuk meningkatkan jumlah penyaluran secara historis, BP Tapera mengidentifikasi adanya ketidakseimbangan akses pembiayaan yang harus segera diatasi: minimnya keterlibatan pekerja nonformal.Baca juga: Ada Usulan, Renovasi dan Bangun Rumah Bisa Pakai KPR SubsidiDeputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, Doddy Bursman, menekankan bahwa pertumbuhan penyaluran FLPP ke depan sangat bergantung pada keberanian pengembang dan bank penyalur untuk menyasar kelompok yang selama ini dianggap berisiko tinggi.“Masih banyak potensi dari kelompok pekerja non-fix income (berpenghasilan tidak tetap). Kami harap para pengembang dan bank penyalur mulai menyasar segmen ini agar penyaluran FLPP semakin luas,” ujar Doddy, dikutip dari Antara, Minggu .Sejak 2010, Pemerintah telah mengucurkan lebih dari Rp 141 triliun dana FLPP untuk 1,81 juta unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).Namun, dari total penyaluran tersebut, porsi pekerja non-fix income masih sangat rendah, yakni hanya 13,03 persen.Baca juga: Pinjol dan Paylater Ganjal MBR Lolos KPR SubsidiAngka ini menjadi ironi mengingat sektor informal mendominasi lapangan kerja di Indonesia.Rendahnya porsi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar dana FLPP masih terserap oleh pekerja formal (berpenghasilan tetap), yang memiliki kemudahan akses KPR tradisional.Tahun 2025 menjadi tahun paling ambisius bagi program FLPP meningkat signifikan menjadi 350.000 unit, naik hampir 60 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Kenaikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bendahara Umum Negara (DIPA BUN) setiap tahunnya menjadi bukti bahwa FLPP adalah program prioritas nasional lintas pemerintahan yang didukung penuh oleh negara.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mewujudkan keadilan sosial.Baca juga: Purbaya: Hanya 100 Calon Debitur KPR FLPP yang Benar-benar Butuh Pemutihan"Rumah Subsidi harus tersebar di seluruh penjuru negeri ini, demi mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat," tutur Ara.Untuk mencapai target 350.000 unit dalam sisa waktu dua bulan ini, BP Tapera mendorong percepatan dari sisi pembangunan rumah dan persetujuan KPR.Selain itu, Doddy Bursman juga meminta pengembang meningkatkan kualitas bangunan dan infrastruktur agar MBR, termasuk pekerja informal, mendapatkan hunian yang benar-benar layak dan bermartabat.Pengembangan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan minim risiko bagi pekerja nonformal kini menjadi kunci utama BP Tapera dan Kementerian PKP dalam menuntaskan backlog perumahan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 00:49