Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGM

2026-01-12 10:34:58
Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGM
- Tepat satu tahun lebih, Nurul Indarti dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM).Siapa sangka, perempuan yang menjabat sebagai Ketua Departemen Manajemen FEB UGM ini punya lika-liku kuliah yang menarik.Nurul sejak dulu mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Pada Februari 2024 ia dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) pada Selasa di Balai Senat UGM.Dengan gelar lengkap, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D., ia resmi menjadi guru besar perempuan pertama dalam bidang manajemen di UGM. Termasuk menjadi menjadi perempuan pertama yang meraih gelar profesor di bidang manajemen.Baca juga: Dosen UGM Ingatkan Perlindungan Perempuan dari Risiko Kekerasan Seksual di Pengungsian BencanaTapi siapa sangka, Nuril dulu punya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di bawah 3,00 saat kuliah. Bagaimana bisa?Perempuan kelahiran Yogyakarta ini bercerita, dulu dia adalah siswa jurusan IPA di SMAN 8 Yogyakarta.Karena merasa dari jurusan IPA saat SMA, ia mengira kuliah di bidang IPS dapat ia lalui. Ternyata, pemikirannya itu tidak sepenuhnya benar. Terbukti di semester 1, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Nurul saat itu 2,97 saja.“Saya menggampangkan perkuliahan karena dulu dari jurusan IPA. Waktu itu, Kartu Hasil Studi (KHS) dikirim ke rumah dan Bapak bertutur mau jadi apa kamu kalau IPK tidak sampai 3,” ungkapnya, dilansir dari laman UGM pada Selasa, .Dulu saat semester awal kuliah ia aktif sebagai aktivis dan mengikuti kegiatan kepemudaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang diikutinya sejak di bangku SMA.Baca juga: Kisah Rizky, Kerja di Bank BUMN Sebelum Wisuda di IPB, Punya IPK 3,95Bahkan, ia banyak mengikuti kegiatan hingga pagi buta dan menyepelekan kuliah.“Saya pun mundur dari kegiatan IPM dan mulai serius kuliah dan akhirnya hasilnya pun bisa bagus. Pesannya memang kita harus menghargai ilmu, tidak boleh arogan pada ilmu,” kata dia.Saat kuliah ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi di kampus yang dapat mendukung studinya dan juga menjadi asisten dosen.Nurul masuk S1 Fakultas Ekonomi UGM di tahun 1994 lalu lulus tahun 1998 dengan predikat cumlaude.Setelah lulus Nurul mendaftar menjadi dosen di FEB UGM dan ia pun diterima mengabdi di almamaternya sejak Desember 1998 silam.Lalu, ia melanjutkan studi S2 di School of Management, University of Adger, Kristiansand, Norwegia dan meraih gelar Master of Business Administration (Sivilokonom) pada 2002.ugm.ac.id Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). 10 universitas terbaik di Indonesia versi QS Sustainability Rankings 2026.


(prf/ega)