Antisipasi Macet Puncak Cianjur Saat Libur Nataru: Titik Hambat, Jalur Alternatif, dan Kompensasi

2026-01-15 15:42:56
Antisipasi Macet Puncak Cianjur Saat Libur Nataru: Titik Hambat, Jalur Alternatif, dan Kompensasi
CIANJUR, – Petugas kepolisian telah memetakan empat titik rawan kemacetan di sepanjang Jalur Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.Langkah ini diambil untuk memberikan panduan bagi para wisatawan maupun pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan tersebut.Titik-titik rawan tersebut berada di simpang Hanjawar, simpang Cibodas, simpang Beunying, dan area padat di depan Pasar Cipanas.Berbagai upaya strategis kini terus dilakukan guna mengantisipasi kemacetan parah akibat lonjakan volume kendaraan di jalur wisata internasional tersebut, termasuk melakukan kanalisasi kendaraan dan penerapan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.“Termasuk skema satu arah (one way) ketika arus kendaraan padat” ujar Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Cianjur, Inspektur Dua Ika Cakra Mustika kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Jelang Tahun Baru, Peningkatan Kendaraan di Jalur Puncak Diprediksi Hari Ini hingga BesokKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Minggu . Petugas gabungan memetakan sejumlah titik rawan macet pada momen libur Nataru di kawasan wisata ini.Menurut Cakra, dari keempat titik tersebut, lokasi yang dianggap paling rawan memicu kemacetan adalah area di depan Pasar Cipanas. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas perekonomian masyarakat lokal serta perilaku angkutan kota (angkot) yang sering menaikkan dan menurunkan penumpang di bahu jalan.“Ada titik hambat di depan Pasar Cipanas. Namun, antisipasi telah dilakukan, termasuk oleh rekan-rekan dari Dishub dengan pembatasan operasional angkot di jalur tersebut,” kata dia menjelaskan upaya koordinasi lintas instansi.Selain fokus pada area pasar, petugas juga melakukan kanalisasi di ruas jalan tertentu saat terjadi kepadatan arus kendaraan yang mengular di kedua lajur. Cakra menambahkan bahwa potensi hambatan tidak hanya pada pusat keramaian, tetapi juga pada akses masuk menuju destinasi liburan.“Potensi kemacetan juga ada di persimpangan-persimpangan, termasuk simpang menuju akses objek wisata, seperti Cibodas,” kata dia.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Pemberlakuan sistem satu arah di jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Kamis petang.Selain kanalisasi, Cakra mengungkapkan bahwa jajarannya setiap hari melaksanakan rekayasa lalu lintas berupa contraflow one way secara bergantian dari kedua arah, baik dari arah Bogor menuju Cianjur maupun sebaliknya. Penghentian sementara arus kendaraan pada salah satu lajur diberlakukan saat terjadi kepadatan arus kendaraan di satu kawasan tertentu.Cakra mengimbau para pengguna jalan untuk senantiasa tertib dan bersabar saat rekayasa lalu lintas diberlakukan. Pengendara diminta untuk tidak saling mendahului atau keluar dari antrean kendaraan agar pengaturan di lapangan dapat berjalan lancar dan efektif."Jangan melambung, karena situasi lalu lintas dan arus kendaraan akan menjadi tidak tertib saat ada rekayasa lalu lintas," ujarnya mengingatkan risiko terjadinya penguncian arus lalu lintas jika pengendara tidak disiplin.Petugas kepolisian juga mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta senantiasa mengikuti arahan personel yang berjaga di lapangan. Mengingat Jalur Puncak kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi di akhir tahun, aspek keselamatan kendaraan menjadi prioritas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-15 13:59