Hanya Hitungan Menit, Layanan 110 Respons Aduan Warga Pekanbaru soal Preman

2026-02-02 06:01:51
Hanya Hitungan Menit, Layanan 110 Respons Aduan Warga Pekanbaru soal Preman
Kecepatan respons Polresta Pekanbaru dalam menindaklanjuti laporan masyarakat mendapatkan apresiasi. Melalui layanan darurat 110, petugas Resmob Polresta Pekanbaru merespons cepat aduan warga soal preman meresahkan hanya dalam hitungan menit.Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan operator piket 110 menerima laporan warga bernama Reyner Jaya sekitar pukul 13.45 WIB siang tadi. Pelapor merasa terancam dengan kehadiran preman yang meminta 'jatah keamanan' di depan kediamannya di Jalan Lily, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru."Kemudian, anggota dari Resmob yang dipimpin Aiptu Bambang H, Aipda Suria, dan Aipda Eko berkoordinasi dengan Kanit 1 Pamapta Polresta Pekanbaru, Ipda Ade," kata Kombes Jeki, dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).Tak butuh waktu lama, instruksi diteruskan ke personel Polsek Payung Sekaki. Unit Resmob tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.Setibanya di lokasi, petugas langsung memintai keterangan pelapor dan mengamankan terduga pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan dan mediasi di tempat, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan."Pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, terutama terkait permintaan uang parkir ilegal di depan ruko milik pelapor. Dan pelapor memutuskan untuk tidak melanjutkan ke ranah laporan polisi (LP)," jelasnya.Kombes Jeki mengatakan layanan 110 merupakan wujud kehadiran Polri di tengah situasi darurat."Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat terjadi," tegasnya.Jeki juga mengimbau kepada seluruh warga Pekanbaru untuk tidak ragu memanfaatkan layanan 110 jika melihat atau mengalami gangguan keamanan."Kami siaga 24 jam. Layanan 110 ini gratis dan merupakan cara tercepat untuk mendapatkan bantuan kepolisian," tutup Kapolresta.Kejadian ini menjadi bukti nyata efektivitas nomor darurat 110 sebagai saluran komunikasi langsung antara warga dan kepolisian. Pelapor menyampaikan apresiasi atas respons cepat 110."Saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada layanan 110 Polresta Pekanbaru yang telah cepat merespons laporan dari masyarakat. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat," ucap Reyner dalam video yang diterima wartawan.Lihat juga Video 'Bang Jago Ancam Bakar Minimarket di Sumedang Berujung Ditangkap':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 05:28