Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Turun di Bawah 3 Triliun Dollar AS

2026-01-13 00:29:57
Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Turun di Bawah 3 Triliun Dollar AS
- Harga Bitcoin anjlok dan menyeret pasar kripto hingga turun di bawah 3 triliun dollar AS. Aset kripto terbesar ini memasuki bulan terburuk sejak kejatuhan industri kripto pada 2022. Sepanjang November, harga Bitcoin turun sekitar seperempat nilai totalnya.Bitcoin sempat melemah hingga 7,6 persen ke level 80.553 dollar AS sebelum berbalik pada Jumat. Ether ikut turun hingga 8,9 persen ke bawah 2.700 dollar AS. Token kripto lain mencatat pelemahan serupa.Berdasarkan data CoinGecko, nilai total pasar kripto kini berada di bawah 3 triliun dollar AS untuk pertama kalinya sejak April.Baca juga: Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Saat Harga Turun, Alihkan Investasi ke BisnisData Bloomberg mencatat penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Juni 2022, ketika proyek stablecoin TerraUSD runtuh dan memicu likuidasi besar-besaran yang berujung pada kejatuhan FTX milik Sam Bankman-Fried.Meski pemerintahan Presiden AS Donald Trump dinilai pro-kripto dan adopsi institusional meningkat, Bitcoin tetap turun lebih dari 30 persen sejak mencapai rekor pada awal Oktober.Penurunan tersebut terjadi setelah likuidasi besar pada 10 Oktober yang menghapus 19 miliar dollar AS posisi ber-leverage dan menghilangkan sekitar 1,5 triliun dollar AS nilai pasar kripto.“Kombinasi likuidasi paksa dan penjualan ETF membuat pasar berada dalam kondisi sangat rentan. Upaya stabilisasi langsung berhadapan dengan tekanan pasokan dari banyak sumber,” kata Chris Newhouse, Director of Research di Ergonia, dikutip dari Bloomberg.Baca juga: Bitcoin Anjlok Tajam, Peringatan The Fed Picu Kekhawatiran Crash BaruDalam 24 jam terakhir, tekanan jual semakin kuat. Data CoinGlass mencatat tambahan likuidasi sebesar 2 miliar dollar AS.Kondisi pasar global juga menekan aset kripto. Saham AS yang sebelumnya menguat akibat sentimen kecerdasan buatan berbalik melemah pada Kamis karena kekhawatiran valuasi dan ketidakpastian terkait pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve pada Desember.“Sentimen pasar sangat buruk. Tampaknya ada penjual yang terpaksa melepas aset, dan belum jelas seberapa besar tekanan ini,” ujar Pratik Kala, Portfolio Manager Apollo Crypto.Dompet kripto bernama “Owen Gunden”, yang menyimpan Bitcoin sejak 2011, mulai menjual kepemilikannya pada akhir Oktober dan total nilai penjualan mencapai 1,3 miliar dollar AS. Penjualan terakhir dilakukan pada Kamis, menurut unggahan Arkham Intelligence.Baca juga: Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off GlobalVetle Lunde, Head of Research di K33, mengatakan, penjualan ini mencerminkan pola yang lebih luas.“Secara individu, penjualan Owen Gunden tidak signifikan. Namun, ini menyoroti satu tema utama sepanjang tahun: pemilik awal menjual dalam ukuran besar,” katanya.Indikator sentimen kripto yang mengukur volatilitas, momentum, dan permintaan kini berada di level terendah sejak 2022. Indeks Coinglass menunjukkan status “ketakutan ekstrem”.Setahun lalu, indeks ini sempat berada di angka 94 setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.


(prf/ega)