Mengapa Kebakaran Terra Drone Memakan Banyak Korban? Ini Kata Pramono

2026-01-12 04:44:07
Mengapa Kebakaran Terra Drone Memakan Banyak Korban? Ini Kata Pramono
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kurangnya fasilitas keselamatan di Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.Ia menegaskan bahwa bangunan tidak memiliki sarana rescue yang memadai dalam menghadapi kondisi darurat.“Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran,” ujar Pramono di Senayan, Rabu .Meski terdapat alat pemadam dan hydrant, Pramono mengatakan sistem keselamatan tidak sesuai dengan risiko aktivitas di dalam gedung.Di lokasi tersebut terdapat kegiatan penjualan dan penyimpanan baterai litium drone yang memiliki potensi bahaya tinggi.“Memang ada pemadam, hydrantnya ada, tetapi yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual ataupun menyiapkan baterai litium untuk dronenya. Yang jadi problem kan kemarin itu,” katanya.Baca juga: Perusahaan Induk Terra Drone di Jepang Minta Maaf atas Kebakaran Kantor JakartaKebakaran yang cepat membesar membuat puluhan karyawan terjebak.Api yang muncul dari lantai dasar menimbulkan asap pekat yang naik ke lantai atas, sehingga jalur evakuasi tidak dapat digunakan.“Ketika kebakar, akhirnya orang, karyawannya, naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak,” ujar Pramono.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, akan menanggung seluruh proses pemakaman korban serta biaya perawatan bagi para korban luka. “Termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung,” tegasnya.Baca juga: Media Asing Soroti Perusahaan Terra Drone di Jakarta Terbakar: Evakuasi Sulit, 22 MeninggalKebakaran Gedung Terra Drone terjadi pada Selasa . Damkar menerima laporan pukul 12.43 WIB dan mulai melakukan pemadaman tujuh menit kemudian. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB.Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi total korban meninggal mencapai 22 orang."Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," ujarnya.Baca juga: Polisi Identifikasi 10 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone, Ini IdentitasnyaDari jumlah tersebut, satu korban merupakan ibu hamil tujuh bulan. Mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. “Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas,” kata Susatyo.Selain korban meninggal, dua petugas damkar mengalami luka ringan.Sementara Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka berat di tangan saat melakukan peninjauan lokasi.Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pramono: Masalah Gedung Terra Drone Tak Punya Fasilitas Rescue dan Polisi Periksa 8 Orang Saksi Terkait Kebakaran Gedung Terra Drone. 


(prf/ega)