80 Persen EWS Semeru Rusak Diterjang Awan Panas, BPBD Lumajang: Peringatan Dini Tak Bisa Berfungsi

2026-01-11 03:52:13
80 Persen EWS Semeru Rusak Diterjang Awan Panas, BPBD Lumajang: Peringatan Dini Tak Bisa Berfungsi
LUMAJANG, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebutkan bahwa 80 persen early warning system (EWS) atau alat peringatan dini bahaya Gunung Semeru, rusak akibat diterjang awan panas.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa ada dua EWS berupa sirene di Desa Sumberurip dan Supiturang yang rusak.Akibatnya, apabila terjadi erupsi susulan maupun ancaman lahar hujan Gunung Semeru, alat tersebut tidak dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat."Jadi 2 EWS yang ada di Sumberurip dan Curah Kobokan rusak, sehingga apabila ada bencana lagi kita tidak bisa memberikan peringatan awal," kata Isnugroho di Lumajang, Minggu .Baca juga: Status Gunung Semeru Turun dari Awas ke SiagaSelain itu, terdapat 8 unit kamera CCTV milik BPBD yang rusak usai disapu awan panas.Ditambah, 1 unit alat komunikasi berupa pemancar radio juga mengalami kerusakan."Semua kerusakan sudah kita sampaikan ke Ibu Bupati agar segera ditindaklanjuti, dan tadi pagi tim dari Deputi 1 BNPB sudah melakukan cek lapangan dalam rangka perbaikan alat," jelasnya.Saat ini, kata Isnugroho, EWS yang ada di lereng Gunung Semeru masih belum bisa berfungsi.Sehingga, untuk menginformasikan bahaya bencana yang terjadi, dilakukan komunikasi via telepon seluler."Saat ini ya bisa dikatakan sudah tidak bisa, jadi informasi perkembangan Semeru kita lakukan via seluler," tegasnya.Adapun, saat ini status Gunung Semeru sudah diturunkan dari level IV atau Awas menjadi level III atau Siaga.PVMBG merekomendasikan, masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tengara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak kawah.Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah atau Puncak Gunung Api Semeru karena rawan berisiko terhadap lontaran batu panas.


(prf/ega)