Pembangunan Kereta Cepat ke Surabaya Tak Mendesak, Lebih Baik Fokus ke Transportasi Umum

2026-01-12 10:15:56
Pembangunan Kereta Cepat ke Surabaya Tak Mendesak, Lebih Baik Fokus ke Transportasi Umum
JAKARTA, – Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai rencana pembangunan kereta cepat Woosh hingga Surabaya bukan kebutuhan mendesak.Ia menyebut proyek itu lebih mencerminkan keinginan, bukan solusi atas persoalan utama transportasi di Pulau Jawa.“Pembangunan Kereta Cepat hingga Surabaya sebaiknya dipandang sebagai keinginan, bukan kebutuhan mendesak,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Minggu .Baca juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Akan Tanggung Utang Kereta Cepat WhooshMenurut Djoko, kebutuhan masyarakat Jawa saat ini adalah transportasi umum yang layak di perkotaan dan pedesaan.Ia menilai infrastruktur Pulau Jawa sudah jauh lebih maju dibanding pulau lain. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah membangun jalan tol yang menghubungkan Merak hingga Surabaya dan Probolinggo.“Waktu tempuh memangkas hingga 50 persen dibanding menggunakan jalan nasional,” ujar Djoko.Meski begitu, lanjutnya, transportasi umum di Pulau Jawa masih tertinggal. Dari 30 kota di Jawa, termasuk Jakarta, hanya 9 kota atau sekitar 30 persen yang memiliki transportasi umum modern dengan skema pembelian layanan.Dari 85 kabupaten di Jawa, baru 4 kabupaten atau 4,7 persen yang memiliki sistem transportasi modern. Keempatnya adalah Banyumas, Bekasi, Tuban, dan Bangkalan.Baca juga: Prabowo Perintahkan Purbaya, Airlangga, dan Danantara Cari Solusi Utang Kereta Cepat Djoko menilai kondisi ini menunjukkan pentingnya fokus pembangunan pada transportasi berbasis jalan raya dan kereta di wilayah perkotaan.Bandung dan Surabaya, kata dia, menghadapi kemacetan parah dan mendesak memiliki jaringan commuter line.“Commuter line di Bandung Raya dan Surabaya dapat segera dibangun. Transportasi perintis perdesaan diadakan di Pulau Jawa,” tutur Djoko.


(prf/ega)