DPR Setujui 8 Anggota Dewan Energi Nasional, Ini Daftarnya

2026-02-03 14:05:20
DPR Setujui 8 Anggota Dewan Energi Nasional, Ini Daftarnya
JAKARTA, - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030 dalam rapat paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun 2025, Selasa .Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan, delapan anggota tersebut terpilih setelah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test)."Komisi XII DPR RI melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan fit and proper test terhadap calon anggota Dewan Energi Nasional dari pemangku kepentingan periode 2026-2030 pada tanggal 20 November 2025," kata Bambang Patijaya dalam rapat paripurna, Selasa siang.Baca juga: Dewan Energi Nasional Usul Bangun 29 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bambang menyebutkan, ada 16 calon anggota DEN yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.Berdasarkan hasil uji kelayakan, ada 8 calon anggota DEN yang dinyatakan terpilih."Berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan fit and proper test yang dilakukan oleh Komisi XII DPR RI pada Kamis tanggal 20 November 2025 melalui mekanisme musyawarah mufakat disepakati penetapan 8 anggota calon anggota Dewan Energi Nasional atau DEN dari pemangku kepentingan periode 2026-2030," kata Bambang.Baca juga: Dewan Energi Nasional Usulkan Pembagian Kompor Listrik Gratis di 2022Setelah mendengar penjelasan, Wakil DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat paripurna lantas menanyakan persetujuan fraksi yang hadir dalam rapat paripurna."Apakah laporan Komisi XII atas uji kelayakan fit and proper test anggota Dewan Energi Nasional dari pemangku kepentingan dapat disetujui?" tanya Dasco."Setuju," jawab peserta rapat yang hadir.Baca juga: Dewan Energi Nasional: Kaji Ulang Rencana Holding Energi!Berikut daftar 8 anggota Dewan Energi Nasional yang disetujui oleh DPR:1. Johni Jonatan Numberi2. Mohamad Fadhil Hasan3. Satya Widya Yudha4. Sripeni Inten Cahyani5. Unggul Priyanto6. Saleh Abdurrahman7. Muhammad Kholid Syeirazi8. Surono


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 11:54