Jokowi Optimistis Asia Tenggara Bakal Lahirkan Perusahaan Unicorn, Ikuti Jejak Silicon Valley

2026-02-02 08:08:39
Jokowi Optimistis Asia Tenggara Bakal Lahirkan Perusahaan Unicorn, Ikuti Jejak Silicon Valley
JAKARTA, - Presiden ke-7 Joko Widodo mengungkapkan perkembangan ekonomi cerdas di Asia Tenggara saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura, Jumat .Menurut Jokowi, perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau perusahaan unicorn bisa tercipta di berbagai kota di Asia Tenggara karena perkembangan tersebut, tidak lagi berasal dari Silicon Valley, Amerika Serikat, atau Shenzen, China."Asia Tenggara bukan lagi sekadar pasar. Asia Tenggara sedang menjadi kekuatan global. Unicorn berikutnya mungkin bukan berasal dari Silicon Valley atau Shenzhen. Ia mungkin berasal dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, atau Hanoi," kata Jokowi, dikutip dari YouTube Bloomberg New Economy Forum, Jumat.Baca juga: Jokowi: Saya Sangat Tak Setuju Lapangan Kerja akan Hilang di Era Ekonomi CerdasJokowi mengungkapkan, kemungkinan itu bisa saja terjadi lantaran negara Asia Tenggara memiliki banyak anak muda.Bahkan, ada jutaan anak muda yang membangun startup."Itulah sebabnya ini bukan hanya kisah Indonesia, tetapi juga kisah Asia Tenggara. Di seluruh kawasan, jutaan anak muda membangun perusahaan rintisan. Jutaan usaha kecil beralih ke daring. Unicorn-unicorn baru bermunculan," ucap Jokowi.Lebih lanjut, ia menjelaskan, perjalanan Indonesia untuk sampai ke titik ini menunjukkan bahwa transformasi membutuhkan keberanian, kegigihan, dan keyakinan.Baca juga: Jokowi Pamer QRIS di Bloomberg Singapura: PKL-Perusahaan Jumbo Pakai Sistem yang SamaIndonesia pun belum selesai bertransformasi dengan terus membangun dengan fondasi yang kuat, inovasi, dan kolaborasi global.Ia meyakini, Indonesia dan Asia Tenggara akan terus tumbuh di era baru ini.Di era ekonomi baru ini, kerja sama dan kolaborasi adalah kunci untuk menjalankan ekonomi cerdas."Dan saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat mengintegrasikan kecerdasan ke dalam tata kelola, industri tata kelola, dan sistem sosial akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat," kata Jokowi.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-02 07:40