JAKARTA, — Pada November 2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat satu babak penting dalam perjalanan restrukturisasi dan transformasinya.Maskapai pelat merah ini resmi menerima penyertaan modal sebesar Rp 23,67 triliun dari Danantara Asset Management (DAM), yang merupakan unit pengelola investasi dari sovereign wealth fund Indonesia, Daya Anagata Nusantara (Danantara).Suntikan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda pada 12 November 2025 lalu.Baca juga: Danantara Target Pesawat Grounded Garuda Indonesia Bisa Beroperasi Lagi Tahun DepanWIKIMEDIA COMMONS/MASAKATSU UKON Ilustrasi pesawat Boeing 777-300 yang dioperasikan Garuda Indonesia.Danantara adalah badan pengelola investasi negara yang mulai aktif pada 2025, berfungsi mirip “Temasek”-nya Indonesia, untuk mengonsolidasikan aset-aset perusahaan BUMN dan mengelola investasi strategis.Dalam mandatnya, Danantara fokus pada transformasi jangka panjang BUMN, terutama melalui peningkatan tata kelola, efisiensi operasional, dan kelangsungan bisnis.Sejak restrukturisasi besar-besaran pada 2021–2024, Garuda masih menghadapi tantangan likuiditas dan ekuitas negatif.Tanpa suntikan tambahan, Garuda berisiko sulit mengakses pembiayaan eksternal dan menghadapi potensi delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).Baca juga: Puluhan Pesawat Grounded Bebani Keuangan Garuda IndonesiaDengan demikian, Danantara melihat investasi bukan sebagai sekadar bailout, melainkan bagian dari strategi transformasi nasional.
(prf/ega)
Suntikan Rp 23,67 Triliun: Babak Baru Transformasi Garuda Indonesia
2026-01-12 06:51:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:27










































