JAKARTA, - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor udang Indonesia tetap tumbuh 17,5 persen secara tahunan selama Januari-September 2025, meski sempat diterpa isu terkontaminasi Cesium-137.Direktur Pemberdayaan Usaha Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Catur Sarwanto mengatakan, udang masih menjadi komoditas utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor sebesar 1,39 miliar dollar AS.Secara tahunan, nilai ekspor udang RI meningkat 17,5 persen dan secara bulanan meningkat 16,6 persen."Udang yang merupakan komoditas utama kontribusinya sekitar 30,9 persen. Jadi kami sampaikan di udang sendiri tentu kita sampai dengan saat ini masih terjadi peningkatan sampai dengan September," ujarnya saat konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta, Kamis .Baca juga: Ekspor Udang ke AS Wajib Sertifikasi Bebas Cesium-137, KKP Siapkan Skema NasionalDia melanjutkan, Amerika Serikat (AS) tetap menjadi tujuan utama ekspor udang Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 63,1 persen dengan nilai ekspor sebesar 881,27 juta dollar AS."Ini menunjukkan bahwa terkait kondisi yang ada, kita sudah tepat memulihkan kondisi dengan adanya peningkatan ekspor sampai dengan Kuartal III ini. Bahkan ekspor di AS itu tumbuh 16,3 persen," ucapnya.Secara total, ekspor komoditas perikanan ke AS tumbuh 8,4 persen secara tahunan dengan komoditas utama berupa udang, rajungan atau kepiting, tuna, cakalang, tongkol (TCT), tilapila, serta cumi, sotong, gurita (CSG).Nilai ekspor perikanan AS sebesar 1.495,94 juta dollar AS dengan pangsa pasar 33,1 persen.Selain AS, pada periode yang sama, Indonesia juga mengekspor udang ke Jepang dengan pangsa pasar 16,5 persen dan senilai 230,86 juta dollar AS atau tumbuh 8,1 persen secara tahunan.Baca juga: Imbas Kontaminasi Radioaktif, BPS: 240,54 Ton Udang RI Senilai 2 Juta Dollar AS DikembalikanChina juga menjadi tujuan utana ekspor udang RI dengan pangsa 5,3 persen dan senilai 74,34 juta dollar AS atau tumbuh 18,9 persen.Kemudian RI juga mengekspor udang ke Uni Eropa dengan pangsa pasar 4,2 persen. Ekspor udang ke Uni Eropa melesat 57,5 persen dengan nilai 58 juta dollar AS.Kawasan ASEAN juga menjadi tujuan ekspor udang dengan pangsa pasar 2,7 persen dan senilai 37,49 juta dollar AS atau tumbuh 20,2 persen."Tentu pesan kunci kita bahwa produk udang Indonesia aman untuk dikonsumsi kontaminasi tidak berasal dari budidaya dan tentu hanya terlokalisir di satu titik. Kita harapannya pemerintah memang bertindak cepat, transparan dan terukur ekspor ke negara mitra juga tetap berjalan namun perlu pengawasan lebih ketat," tuturnya.
(prf/ega)
Diterpa Isu Kontaminasi Cesium, Ekspor Udang RI Tetap Melesat
2026-01-12 05:38:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:58










































