SPPG Polres Inhu Distribusikan MBG Aman dan Berkualitas ke 1.495 Siswa

2026-02-04 00:22:53
SPPG Polres Inhu Distribusikan MBG Aman dan Berkualitas ke 1.495 Siswa
Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Indragiri Hulu (Inhu) terus menunjukkan perkembangan signifikan, membuktikan kepedulian nyata Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak diresmikan, SPPG Polres Inhu telah mendistribusikan ribuan MBG kepada para siswa penerima manfaat.Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran,menjelaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini."Saat peresmian, jumlah penerima manfaat SPPG tercatat sebanyak 1.453 orang. Angka ini terus meningkat seiring sosialisasi yang dilakukan ke berbagai kecamatan," ujar Aiptu Misran, Rabu (26/11/2025).Hingga saat ini, SPPG Polres Inhu telah mendistribusikan kepada 1.945 orang. Peningkatan ini dinilai sebagai bukti kuat bahwa program SPPG berhasil menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan mendapatkan dukungan luas.Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi aktif antara kepolisian dengan berbagai elemen lokal, termasuk perangkat desa dan Bhabinkamtibmas, yang berperan vital dalam mendata dan menyalurkan bantuan.Polres Inhu tidak berhenti pada capaian saat ini. Pihaknya menetapkan target ambisius untuk terus memperluas jangkauan program ini hingga akhir tahun."Target kita hingga 8 Desember mendatang mencapai 2.500 penerima. Ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen untuk memastikan program SPPG benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan," imbuh Misran.Dengan upaya perluasan sasaran ini, program SPPG diharapkan mampu menjadi program berkelanjutan yang membawa dampak positif pada kondisi sosial masyarakat Indragiri Hulu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 23:58