AMBON, - Warga Desa Alusi Kelaan dan Desa Alusi Krawain Kecamatan Karmomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terlibat bentrok pada Sabtu .Dalam bentrokan itu, kedua kelompok warga saling serang dengan berbagai jenis senjata tajam termasuk panah dan senapan angin.Bentrokan itu menyebabkan 29 orang dari kedua kelompok terluka dan harus dilarikan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.Selain menimbulkan korban luka di kedua kelompok, bentrokan juga menyebabkan Anggota Bhabinkamtibmas Desa Alusi Krawain, Bripka Salvanus Andri Ivakdalam yang sedang berusaha melerai bentrokan ikut terkena anak panah di bagian kaki.“Bentrokan menyebabkan puluhan warga kedua desa terluka, termasuk anggota kami dari Polsek Kormomolin yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas mengalami luka akibat terkena panah di bagian kaki,” kata Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani kepada wartawan, Senin .Baca juga: Jadi Tersangka, Eks Bupati Kepulauan Tanimbar Diborgol, Digiring Pakai Rompi JinggaAyani tidak menjelaskan secara detail penyebab bentrokan kedua desa tersebut terjadi. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, bentrokan tersebut pecah setelah seorang pemuda Desa Alusi Krawain berinisial KS (20) diduga dianiaya sejumlah orang tidak dikenal saat hendak pulang dari Saumlaki, menuju desanya pada Jumat, 5 Desember 2025, malam.Buntut dari aksi penganiayaan itu, warga Desa Alusi Krawain yang tidak terima kemudian berusaha melakukan aksi pembalasan hingga terjadilah bentrokan tersebut.Menurut Ayani, sebelum bentrok pecah, pihak kepolisian sempat melakukan negosiasi dengan kedua kelompok yang sedang berkonsentrasi di perbatasan dua desa.Upaya negosiasi dan mediasi itu dipimpin Kapolsek Kormomolin Ipda I GD Hendra B. Arimbawa.“Saat kami berupaya melakukan pendekatan persuasif dan membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa, tiba-tiba terjadi aksi saling serang, termasuk pelemparan benda keras dan penggunaan panah tradisional dari salah satu pihak,” ujar Ayani.Baca juga: Terlibat Pembunuhan Berencana, Bapak dan Anak di Tanimbar Maluku Divonis BersalahPasca-terjadinya bentrokan, kondisi di kedua desa sepenuhnya telah berhasil dikendalikan.Untuk mencegah bentrok susulan kembali terjadi, aparat gabungan dari Brimob, Polres maupun Polsek hingga kini masih disiagakan di perbatasan kedua desa.Ayani menambahkan, saat ini proses mediasi untuk mendamaikan kedua desa masih terus dilakukan dengan melibatkan tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah kedua desa.“Kami mengimbau kepada masyarakat kedua desa untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur musyawarah atau dapat melapor ke Bhabinkamtibmas ataupun Polsek terdekat, guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Kapolres Kepulauan Tanimbar.Baca juga: Kakatua Tanimbar, Spesies Cerdas Asal Maluku yang Populasinya Kian Terancam
(prf/ega)
Bentrok 2 Desa di Tanimbar Maluku, 29 Orang Terluka Termasuk Anggota Polisi
2026-01-13 06:51:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 07:24
| 2026-01-13 07:24
| 2026-01-13 07:18
| 2026-01-13 06:51
| 2026-01-13 06:11










































