JAKARTA, – Puluhan tahun berlalu, rel kereta api di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjelma menjadi tempat pembuangan sampah warga.Di tengah kepadatan permukiman dan terbatasnya fasilitas pengelolaan sampah, tumpukan limbah rumah tangga terus menggunung di sepanjang lintasan kereta yang masih aktif dilalui.Di tengah angin yang berembus kencang setiap kali kereta melintas, sampah plastik dan kertas terlihat beterbangan di sepanjang rel kereta api Tanjung Priok.Baca juga: Pramono Tantang Gen Z Cari Solusi Sampah dan Kemacetan: Hadiahnya ke Beijing atau New YorkRel kereta api yang seharusnya bebas dari hambatan justru menjadi tempat penampungan sementara (TPS) sampah warga di Tanjung Priok. Menurut sejumlah warga, rel kereta api di Tanjung Priok ini sudah menjadi tempat pembuangan sampah sejak tahun 1980-an."Sudah lama dari tahun 1980-an sudah jadi tempat sampah, saya kurang tahu awalnya kenapa bisa jadi tempat sampah," ucap salah satu warga bernama Kasan (55) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu .Rel kereta api yang dipenuhi sampah ini berada di tengah-tengah permukiman penduduk antara Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok.Di tengah permukiman penduduk itu, setidaknya terdapat empat jalur kereta yang aktif dilintasi commuter line (KRL) dan juga kereta barang.Namun, mirisnya hampir di setiap pinggiran rel dipenuhi sampah yang dibuang warga sekitar secara sembarangan.Bahkan, di area tengah rel yang tak aktif dilintasi, tumpukan sampah terlihat menggunung hingga hampir setinggi satu meter. Bebatuan di area tengah rel itu pun tak lagi terlihat karena tertutup residu hitam dari sampah yang dibakar dan kini menyerupai tanah.Saking lamanya menumpuk, sampah-sampah di pinggir rel ini mulai ditumbuhi tanaman hijau setinggi sekitar 20 sentimeter (cm).Baca juga: Di Tengah Krisis Sampah Tangsel, RW 09 Bakti Jaya Pilih Olah Sampah dari RumahMirisnya, aktivitas pembuangan sampah di lokasi ini berlangsung sangat masif. Hampir setiap lima menit, warga dari Kampung Bahari atau Kampung Muara Bahari berjalan ke tengah rel untuk membuang sampah rumah tangga yang dibawa menggunakan kantong plastik.Namun, ada pula warga yang membawa sampah beserta wadahnya atau menggunakan karung dari rumah dan membuangnya langsung ke pinggir rel.Jenis sampah yang dibuang pun sangat beragam, mulai dari plastik, kayu, sisa makanan, pakaian, pembalut, popok bekas, hingga limbah rumah tangga lainnya.Meski demikian, tumpukan sampah di rel kereta api ini justru tidak mengeluarkan bau menyengat seperti tempat pembuangan sampah lainnya./ SHINTA DWI AYU Rel kereta api di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi tempat pembuangan sampah. Kasan mengatakan, sampah-sampah yang menumpuk tersebut mayoritas berasal dari warga yang tinggal di sekitar rel kereta api Tanjung Priok. Setidaknya terdapat empat RW yang warganya telah puluhan tahun membuang sampah ke rel kereta api tersebut."Campuran, dari RW 06, RW 15, RW 13, RW 14, buang ke sini juga. Ini sepanjang rel kereta Tanjung Priok," sambung Kasan.Warga lain bernama Supriyatin (52) juga mengaku telah membuang sampah di pinggir rel kereta api Tanjung Priok selama 11 tahun terakhir.Baca juga: Bantargebang: Monumen Krisis dan Cermin Gagalnya Tata Kelola Sampah Jakarta
(prf/ega)
Ironi Rel Kereta Api Tanjung Priok, Puluhan Tahun Jadi Tempat Pembuangan Sampah Warga
2026-01-13 01:28:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:45
| 2026-01-13 00:35
| 2026-01-13 00:32
| 2026-01-12 23:03










































