JAKARTA, - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyampaikan pengalamannya soal pembentukan Pos Bantuan Hukum Desa (Posbankum) kepada anggota Justice Action Coalition (JAC).Posbankum disebutnya sebagai sebuah model yang terbukti efektif dalam menyediakan akses terhadap keadilan untuk semua.Pengalamannya itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (PTT) JAC di Madrid, Spanyol, pada Selasa .PTT JAC dihadiri oleh pejabat setingkat menteri dari 18 negara, beberapa di antaranya adalah Indonesia, Kanada, Kosta Rika, Republik Dominika, Perancis, Jerman, Kosovo, Liberia, Belanda, São Tomé and Principe dan Sierra Leone.Baca juga: Menteri Hukum Tegaskan Penyelewengan Royalti Musik Akan Ditindak Supratman menyampaikan, selama bertahun-tahun Indonesia telah berhasil menerapkan program keadilan yang berpusat pada masyarakat, meskipun menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan sumber daya di pemerintahan."Hingga saat ini, di bawah portofolio saya, untuk mencapai salah satu misi Presiden kami Prabowo Subianto yang disebut Asta Cita yang berfokus pada akses terhadap keadilan, Kementerian Hukum bekerja sama dengan Mahkamah Agung dan Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, kami membentuk Pos Bantuan Hukum di tingkat desa yang melayani secara gratis informasi hukum, konsultasi, mediasi, dan rujukan kepada pengacara untuk litigasi," ujar Supratman dalam siaran pers, Rabu ."Kami juga mendorong organisasi advokat untuk menyediakan layanan pro bono bagi warga desa. Hingga hari ini, lebih dari 70.000 Pos Bantuan Hukum Desa telah didirikan. Target kami adalah mencapai 83.957 pos di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini," sambungnya.Baca juga: Menteri Hukum: Perdebatan TNI Jadi Penyidik Pidana Siber Sudah ClearKementerian Hukum juga bekerja sama dengan organisasi pemberi bantuan hukum yang telah melatih lebih dari 120.000 paralegal dan kepala desa sebagai juru damai.Kehadiran mereka untuk membantu individu dalam menyelesaikan masalah hukum di tingkat desa."Kami mengusulkan untuk mengintensifkan kerja sama melalui peningkatan kapasitas yang dirancang khusus (tailor-made capacity-building) dan bantuan teknis bagi anggota Koalisi Akses Keadilan untuk mendukung kapasitas mereka dalam meningkatkan akses terhadap keadilan bagi semua," ujar Supratman.Saat ini berdasarkan data real time BPHN, sudah lebih dari 2062 kasus ditangani Posbankum di seluruh Indonesia.Baca juga: Menteri Hukum: Pemerintah Usul Usaha Mikro-Kecil Tak Dikenakan Royalti MusikDominasi kasus terkait sengketa tanah, utang piutang, pidana ringan, perselisihan warga dan kekerasan dalam rumah tangga.Justice Action Coalition sendiri merupakan merupakan aliansi multi-pemangku kepentingan yang terdiri dari berbagai negara dan organisasi yang berkomitmen untuk mewujudkan akses keadilan yang setara bagi semua orang.Koalisi ini terdiri dari 21 negara, seperti Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Prancis, Jerman, Indonesia, Kosovo, Liberia, Luksemburg, Belanda, Nigeria, Norwegia, Portugal, São Tomé dan Príncipe, Sierra Leone, Kepulauan Solomon, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat (AS).Selain itu beberapa organisasi internasional juga menjadi anggota koalisi ini, di antaranya UNDP, OECD, Pathfinders, dan beberapa organisasi lainnya.
(prf/ega)
Menteri Hukum Sampaikan Capaian Pemerintahan Prabowo ke Justice Action Coalition di Madrid
2026-01-11 22:48:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:52
| 2026-01-11 21:47
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 20:52
| 2026-01-11 20:51










































