Microsoft Bakal Investasi Rp 292 Triliun untuk Infrastruktur AI India

2026-02-04 12:08:53
Microsoft Bakal Investasi Rp 292 Triliun untuk Infrastruktur AI India
NEW YORK, - Microsoft mengumumkan investasi 17,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 292 triliun (asumsi kurs Rp 16.686 per dollar AS) di infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) India.Investasi ini adalah yang terbesar yang dilakukan raksasa teknologi AS di Asia.Dikutip dari CNBC, Rabu , Microsoft mengatakan bahwa investasi tersebut, yang bertujuan untuk memperluas infrastruktur hyperscale, menanamkan AI ke dalam platform nasional, dan meningkatkan kesiapan tenaga kerja.Baca juga: Saham Microsoft Turun Usai Laporan Penjualan Produk AI MelesetJASON REDMOND/AFP via Getty Images Bos Microsoft, Satya Nadella. Investasi ini disebar selama 4 tahun, melanjutkan janji investasi 3 miliar dollar AS yang dibuat pada Januari 2025 lalu.Pengumuman ini menyusul pertemuan antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Perdana Menteri India Narendra Modi di mana keduanya membahas ambisi AI India.Modi juga bertemu dengan CEO teknologi lainnya pada Selasa , termasuk Lip-Bu Tan dari Intel.Dalam sebuah unggahan di media sosial, Nadella berterima kasih kepada Modi. Ia mengatakan bahwa investasi Microsoft akan "membantu membangun infrastruktur, keterampilan, dan kemampuan kedaulatan yang dibutuhkan untuk masa depan AI pertama India."Baca juga: Gelombang PHK Teknologi 2025: Amazon, Microsoft, hingga IntelLangkah ini dilakukan saat India berupaya mengejar ketertinggalan dalam AI, dengan Modi menekankan pembangunan ekosistem teknologi yang komprehensif dan kedaulatan AI.Negara ini juga baru-baru ini menarik janji investasi pusat data sebesar 15 miliar dollar AS dari Google dan 8 miliar dollar AS dari Amazon Web Services.“Pemuda India akan memanfaatkan peluang ini untuk berinovasi dan memanfaatkan kekuatan AI demi planet yang lebih baik,” ujar Modi dalam sebuah unggahan di X, merujuk pada investasi Microsoft.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 10:27