Ketum PP Muhammadiyah Kenang Muhammad Jazir Sosok Kader yang Gigih dan Tekun

2026-01-12 19:13:49
Ketum PP Muhammadiyah Kenang Muhammad Jazir Sosok Kader yang Gigih dan Tekun
YOGYAKARTA, – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kyai Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan sekaligus Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan.Muhammad Jazir meninggal dunia pada Senin di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Haedar Nashir mengenang almarhum sebagai kader Muhammadiyah yang gigih, tekun, dan istiqamah dalam menggerakkan dakwah Persyarikatan, khususnya di tingkat akar rumput.“Almarhum memiliki etos pengabdian yang luar biasa, membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Kiprahnya menjadi teladan bagi gerakan masjid di Indonesia,” ujar Haedar.Baca juga: Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Berpulang, Sempat Beri Pesan Lanjutkan Perjuangan MasjidDedikasi almarhum dalam memakmurkan masjid tidak hanya berdampak pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat fungsi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan misi Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan transformasi sosial.“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan keluarga besar Persyarikatan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambah Haedar.Haedar juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan almarhum.Kabar wafatnya Kyai Muhammad Jazir sebelumnya dibenarkan Takmir Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Ariadi.“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Guru kami tercinta, Muhammad Jazir ASP, pagi ini berpulang ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Gitta.Baca juga: Kampung Ramadhan Jogokariyan 2025: Berawal dari 600 Porsi, Kini Bagikan 3.500 Takjil Setiap HariIa menambahkan, selama sakit, almarhum selalu berpesan agar perjuangan menghadirkan peradaban masjid di kehidupan masyarakat terus dilanjutkan.“Selama sakit, beliau terus berpesan untuk meneruskan perjuangan menghadirkan peradaban Masjid,” kata Gitta.Masjid Jogokariyan merupakan salah satu masjid besar dan aktif di Kota Yogyakarta yang dikenal tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial umat.Selama bulan Ramadan, masjid ini rutin menyiapkan ribuan porsi takjil gratis setiap hari untuk buka puasa bersama, dengan jumlah porsi mencapai ribuan bahkan hingga sekitar 4.000 porsi setiap hari, yang berasal dari donasi umat dan dikelola oleh pengurus serta relawan.Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari kegiatan masjid yang melibatkan masyarakat sekitar.


(prf/ega)